Ada 1.488 Kasus Perceraian di Majalengka, Selama Pandemi Covid-19, Rata-rata Karena Faktor Ekonomi

oleh -74 views

Majalengka, korandesa.id – Dampak dari pandemi covid-19 nampaknya tidak hanya berpengaruh buruk kepada ekonomi masyarakat saja namun kondisi sosial juga mempengaruhi kehidupan masyarakat.

Di Kabupaten Majalengka selama pandemi covid-19 angka penceraian terhitung cukup tinggi.

Data yang diperoleh dari Pengadilan Agama Majalengka terhitung mulai bulan Februari sampai bulan Juni angka perceraian mecapai 1.488 kasus.

“Jadi data ini dari bulan Februari sampai bulan Juni, Bulan Juli belum kami rekap,” Kata Kepala Pengadilan Agama Majalengka, Drs. H. Ayep Saepul Miftah SH, MH. melalui Panitera Muda Hukum, Nunung Rohaniah S. Ag, Rabu(29/7).

Dari sebanyak 1.488 kasus perceraian diantaranya ada gugat talak oleh suami sebanyak 494 kasus dan gugat cerai oleh istri 994 kasus.

“Angka kasus perceraian itu banyaknya karena ekonomi, apalagi setelah adanya covid itukan banyak yang di PHK,” Jelas Nunung.

Masih dikatakan Nunung, akan tetapi faktor perceraian akibat ekonomi juga sudah menjadi masalah utama sebelum adanya covid-19.

(Rick)