Akibat COVID-19, Pengunjung Wisata di Majalengka Menurun 30 Persen

oleh -240 views

Majalengka, korandesa.id Majalengka adalah kota yang mempunyai banyak potensi destinasi wisata. Mulai dari wisata alam sampai wisata curug ada di Majalengka.

Setiap tahunnya destinasi wisata di Majalengka selalu menjadi dambaan para wisatawan luar daerah.

Namun, pada tahun 2020 semenjak virus corona menginjakan kaki di Indonesia, segala aktivitas masyarakat dibatasi.

Hal itu menjadi hantaman keras untuk masyarakat. Ekonomi menjadi berantakan, pendidikan tak karuan, termasuk pengunjung destinasi wisata mengalami penurunan.

Hal tersebut diamini oleh Kepala Dinas Pariwisata Dan Kebudayaan (Disparbud) Kabupaten Majalengka Lilis Yuliasih.

Menurut Lilis, pada tahun 2020 jumlah wisatawan yang berkunjung ke destinasi wisata Majalengka mengalami penurunan sekitar 30 persen.

Penurunan itu disebabkan adanya kebijakan pemerintah mengenai larangan keluar masuk wisatawan dari daerah lain serta buka tutup tempat wisata.

Kebijakan itu ditegaskan sebagai bentuk upaya pemerintah dalam memutus mata rantai COVID-19.

Kendati demikian, Lilis mengatakan berdasarkan data yang ditinjau pada RPJMD (Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah) tahun 2017, 2018 dan 2019.

Jumlah pengunjung wisata dari 2017 sampai 2019 semuanya mencapai target RPJMD.

“Malahan tahun 2019 itu melebihi targetan di RPJMD,” hal itu disampaikan Lilis, pada saat diwawancarai oleh korandesa.id pada Rabu 13 Januari 2021.

Akibatnya, tahun 2020 sejumlah pengelola industri wisata mengalami penurunan pendapatan selama 7 bulan terakhir.

Namun, diberlakukannya PPKM saat ini, Lilis mengatakan berbeda dengan kebijakan sebelumnya.

Kebijakan pemerintah saat ini tidak menyentuh secara langsung destinasi wisata.

Destinasi wisata masih bisa dibuka, tetapi dengan syarat protokol kesehatan lebih diperketat.

“Sesuai kapasitas kita, secara tupoksi kita (Disparbud) tetap koordinasi dengan satgas-satgas di Kecamatan agar selalu menghimbau pengelola destinasi wisata untuk tetap menjaga dan menerapkan protokol kesehatan dengan ketat,” tuturnya.

Laporan: Erick Disy Darmawan