Asal Mula Nama Desa Cikijing

oleh -128 views

Majalengka, Korandesa.id – Alkisah pada Tahun 1744 M pada saat itu pucuk pimpinan Kasultanan Cirebon dipegang oleh Sedang Gayam yang bergelar Dipati Carbon II. Memerintahkan kepada para abdinya untuk menyebarkan agama Islam ke wilayah kekuasaan kerajaan kecil yang berada di wilayah Talaga.  Waktu itu Kerajaan Talaga masih menganut agama Hindu.

Berangkatlah pasukan Kesulatan Cirebon ke Talaga (Sangiang) dengan tujuan untuk menyebarkan syariat Islam. Namun niat tersebut ternyata tidak membuahkan hasil karena Raja serta para Prajuritnya lebih memilih untuk ngahiang (menghilang).

Seluruh bangunan kerajaan pun amblas ke perut bumi. Konon bekas amblasnya bangunan kerajaan Talaga tersebut kini berubah menjadi sendang atau situ yang kini dikenal dengan nama Situ Sangiang. Sedangkan para prajuritnya yang setia kepada raja berubah wujud menjadi ikan lele putih.

Setelah misinya dirasa gagal maka pasukan dari Kesultanan Cirebon memutuskan untuk kembali ke Cirebon. Namun ditengah perjalanan pasukan yang dipimpin oleh K.H. Abdul Fatah ( Eyang Nalagati) itu memutuskan untuk beristirahat disuatu tempat berupa hutan kecil yang disekelilingnya diitari oleh rawa-rawa yang banyak terdapat kijing semacam kerang besar.

Merasa betah tinggal di sana akhirnya K.H. Abdul Fatah atau Eyang Nalagati memutuskan untuk tetap tinggal di hutan kecil tersebut. Karena tempat tersebut belum memiliki nama . maka oleh K.H. Abdul Fatah tempat itu dinamai CIKIJING shingga sekarang ini.

Nama Cikijing diambil dari rawa-rawa yang banyak kijing-nya. Ci artinya cai atau air rawa tersebut dan kijing karena rawa tersebut banyak dihuni oleh kijing.

Itulah asal mula nama Desa Cikijing yang berada di wilayah Selatan Ibu Kota Kabupaten Majalengka (KD).

 

Diolah dan disarikan dari sumber : Riwayat Singkat Berdiriinya Desa Cikijing (http://tryvenny,blogspot,com)