Audensi Dengan Bupati, DPC PDIP Kabupaten Subang Sampaikan 12 Poin Aspirasi

oleh -8 views

Subang, korandesa.id – Setelah hari kemarin (11/09) bertemu dengan dua instansi penegak hukum di Subang, hari ini Kamis (12/09) DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang kembali memberikan nuansa politik baru dengan melakukan audiensi bersama Bupati Subang H. Ruhimat yang didampingi Wakil Bupati Subang Agus Maskur Rosyadi serta Asda I Bambang Suhendar di Ruang Rapat Bupati Kamis (12/9).

Dalam Audensi tersebut DPC PDI Perjuangan Kabupaten Subang menyampaikan 12 point aspirasi dari mulai inisiatif PERDA Ketenagakerjaan sampai ke peningkatan insentif guru honorer.

Ketua DPC PDI Perjuangan Maman Yudia yang didampingi sekertaris DPC PDIP Niko Rinaldo menuturkan, pertemuan tersebut sekaligus memberikan penegasan sikap politik PDI Perjuangan Subang secara langsung yakni proporsional dan konstruktif pada Bupati Subang. “Sebagai kawan yang baik itu bukan memuji atau bukan membiarkan ketika melihat kawanya melakukan hal-hal yang tidak benar, analogi itu yang hari ini terjadi dalam hubungan PDI Perjuangan dengan Pemda Kab. Subang,” kata Maman Yudia seperti yang dilansir Pasundan ekspres.

Menurutnya, sikap politik tersebut merupakan upaya menunjukan bukti kawan sejati yang ingin memberikan masukan positif terhadap kinerja pemerintah daerah. “Ini wujud perkawanan sejati yang ingin melihat kawan berlaku benar dalam mengambil kebijakan,” tambah Maman.



PDI Perjuangan menyadari bahwa partai adalah wadah untuk menampung dan mengelola aspirasi. Ada yang bisa dilakukan melalui DPRD dari 10 Anggota DPRD yang ada. “ jika Ada aspirasi yang belum sempat tersampaikan, DPC Partai pun akan melakukan upaya-upaya melalui uaudiensi seperti ini,” jelasnya.

Sementara itu, Sekjen DPC PDI Perjuangan Niko Rinaldo menyebut, dalam pertemuan pengurus DPC PDI Perjuangan Subang bersama Bupati dan Wakil Bupati Subang menyampaikan 12 poin aspirasi. Namun kata Niko, ada empat poin utama yang menjadi perhatian. “Pertama soal mendorong inisatif perda ketenaga kerjaan serta kedua soal perhatian pada insentif guru honorer yang perlu ditingkatkan ,” ucap Niko.

Menurut Niko, aspirasi tersebut datang dari para buruh yang beberapa waktu lalu datang ke Kantor DPC dan menyampaikan aspirasinya serta jaring aspirasi oleh DPC PDI Perjuangan yang mendengar banyak aspirasi dari guru honorer.

Selani itu, hal yang juga menjadi perhatian adalah soal pelayanan dasar kesehatan serta kekeringan di Pantura yang berakibat pada penuruna produktivitas pertanian. “Tenaga kesehatan agar lebih ramah, jangan ada diskiriminasi pada pasien baik yang pakai BPJS, KIS dan kurang sigapnya penangana. Jadi hal-hal itu harus ada pembenahan” ungkap Niko.

Lalu mengenai kekeringan di Pantura, Niko berharap Pemda bisa mencarikan solusi segera agar prouktivitas pertanian tidak terganggu.

Untuk itu kata Niko, pertemuan tersebut diharapkan dapat memberikan nuansa baru dalam proses demokrasi di Kab. Subang serta permasalahan yang ada bisa segera diambil solusinya. (***)