Bak Tikus Masuk Kedalam Perangkap, Pelaku Curanmor Ditangkap di Depan Polres Majalengka

oleh -124 views
Ilustrasi Curanmor (Sumber: pikiranrakyat.com)

Majalengka, korandesa.idSatu orang warga Kabupaten Indramayu inisial SF (23) berhasil diringkus oleh Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Majalengka.

SF ditangkap karena telah melakukan pencurian terhadap satu unit sepeda motor Honda CRF .

Pelaku diketahui telah melakukan aksi pencuriannya pada hari Minggu (28/2/2021) lalu, di wilayah Desa Paniis, Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka.

Diduga, pelaku melancarkan aksinya itu dengan cara membobol mengunakan kunci leter T.

“Sekitar jam 19.00 WIB, pelaku mencuri motor itu didalam garasi rumah korban,” ujar kapolres Majalengka AKBP Syamsul Huda melalui Kasat Reskrim AKP Siswo DC Tarigan kepada korandesa.id, Kamis (4/3/2021).

Namun aksinya itu tidak berjalan mulus, lantaran korban menyadari saat kendaraannya dibawa kabur oleh pelaku.

“Korban mendengar suara motornya menyala, lalu korban membuntuti pelaku kearah Majalengka kota dan melaporkan kepada salah satu rekannya yang merupakan anggota polisi,” kata AKP Siswo saat gelar perkara.

Bak tikus masuk kedalam perangkap, pelaku berhasil diringkus saat sedang melintas ke depan Mako Polres Majalengka.

“Didepan Mako (Polres) anggota Sat Sabhara mendengar ada orang berteriak maling-malingan, saat dihampiri si pelaku sudah jatuh dari motor karena ditendang dari motor oleh korban dan rekan korban,” ujarnya.

Dengan itu, polisi pun langsung menangkapnya dan membawanya ke kantor Satreskrim guna penyidikan lebih lanjut.

Selain itu, saat ini polisi masih melakukan pengejaran kepada satu orang pelaku yang berhasil melarikan diri.

“Pelaku tidak sendirian saat beraksi, masih ada temannya satu orang lagi inisial ONC yang saat ini masuk dalam DPO (Daftar Pencarian Orang),” tuturnya saat gelar perkara.

Dikatakan AKP Siswo, atas kejadian tersebut korban Mengalami kerugian Sebesar Rp. 34 juta.

“Kami hanya menemukan satu barang saja, yakni satu unit sepeda motor Honda CRF,” ujarnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya, SF dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara.

Laporan: Erick Disy Darmawan