Berawal Kenal Dari MeChat Siswi SD Asal Majalengka Jadi Korban Pencabulan

Ilustrasi

Majalengka, korandesa.id – Sempat dikabarkan hilang oleh keluarganya melalui media sosial, pelajar asal Majalengka dinodai oleh seorang buruh berusia 33 tahun.

Kapolres Majalengka AKBP Bimo Teguh Prakoso, mengatakan kasus pencabulan terhadap siswi SD ini berawal dari perkenalan melalui aplikasi MeChat.

Karena UA (Inisial Tersangka) merasa sudah kenal dekat akhirnya tersangka mengajak korban untuk bertemu.

“Tersangka merayu dan membujuk korban mengajak ke sebuah kos-kosan yang berada di Kecamatan Majalengka, lalu tersangka mengajak korban untuk berhubungan badan,”Jelas AKBP Bismo dalam konferensi pers, Kamis(27/8/2020).

Karena mendapat laporan hilang oleh keluarga korban selanjutnya Polsek Rajagaluh dan Unit PPA Polres Majalengka melakukan pencarian.

“Ketika menggali informasi korban darimana ? Dengan siapa ? Lalu ceritalah korban, anak tersebut menjadi korban dari tindak pidana yang dilakukan oleh tersangka,” Ujar AKBP Bismo.

Diungkapkan oleh AKBP Bismo, Korban dinyatakan hilang mulai dari tanggal 15 Agustus 2020 lalu ditemukan tanggal 25 Agustus 2020.

“Dibawa sekitar sepuluh hari, hapir setiap hari melayani tersangka setiap hari di kos-kosan,” Katanya.

Berdasarkan hasil penyidikan tersangka pencabulan anak dibawah umur di jerat pasal 81 dan 82 Undang-undang (UU) Nomer 17 tahun 2016 tentang perlindungan anak.

“Pelaku diancam minimal 5 tahun penjara dan maksimal 15 tahun penjara,” Tandas Bismo.

(Rick)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.