Bermanfaat Inilah Proker Mahasiswa KKN UNMA dan IPB Selama di Desa Paniis

Foto Mahasiswa KKN-T Bersama Ibu-Ibu PKK Pasca Penyuluhan Pupuk Bawang Merah

MAJALENGKA, korandesa.id – Penyuluhan Pembuatan Kompos PaWang Merah (Pupuk Bawang Merah) adalah salahsatu program kerja KKN-T IPB&UNMA Desa Paniis Kecamatan Maja, ini merupakan upaya untuk mengajak masyarakat memanfaatkan limbah bawang merah untuk dijadikan PaWang Merah.

Aviaska Puspita Mayang, mahasiswa Universitas Majalengka prodi Agroteknologi memaparkan materi tentang kompos serta Mazaya Qisthina mahasiswa Institut Pertanian Bogor prodi Manajemen Sumberdaya Lahan, memandu ibu-ibu PKK dalam pembuatan kompos PAWANG merah.

Mengupas bawang merah menjadi sumber mata pencaharian sampingan untuk masyarakat Desa Paniis. Dari mulai pagi hingga malam hari, dengan upah 400 rupiah per-kilonya.
Namun, limbah bawang merah tersebut dibuang ke sungai, akibatnya sungai dapat tercemar dan menimbulkan bau bawang yang sangat menyengat.

“Dengan adanya Penyuluhan Pembuatan Kompos PaWang Merah, diharapkan limbah bawang merah tersebut tidak lagi dibuang ke sungai dan masyarakat dapat memanfaatkan limbah bawang merah untuk kegiatan yang bermanfaat dan produktif seperti bercocok tanam” ujar Yoga Yulian Rahmad, Koordinator Desa Paniis KKN-T IPB&UNMA.

Selain menyulap bawang merah menjadi pupuk, mahasiswa KKN-T IPB dan UNMA juga menyelenggarakan pelatihan Technology Capacity Building dan pemberdayaan UMKM.

Foto Mahasiswa KKN-T Sedang Menyelenggarakan Pelatihan Technology Capacity Building

Technology Capacity Building merupakan upaya meningkatkan kemampuan pamong desa terutama di bidang IT. Kegiatan ini berupa pemberian pelatihan terhadap pamong desa menggunakan Software Microsoft Office.

Pelatihan ini dipandu oleh mahasiswa teknik informatika Universitas Majalengka yakni Diana Agustina, Rizqi Fahmi Farid Aziz dan Lidya Tresna Wahyuni.

“Dengan adanya _technology capacity building_ , diharapkan pamong desa lebih siap dalam menghadapi era teknologi 4.0” ujar Lidya

Kemudian UMKM yang berada di desa Paniis menjadi penggerak utama perekonomian selain dari sektor pertanian. Oleh karena itu, perlunya memberikan pemberdayaan dalam penanganan kegiatan UMKM agar lebih dikenal masyarakat luas dari hasil UMKM terkait.

Upaya pemberdayaan UMKM yang dilakukan oleh seluruh mahasiswa KKN-T IPB dan Universitas Majalengka di desa Paniis adalah pencantuman alamat UMKM di google maps, pencantuman logo, memberikan pelatihan pembukuan, dan penyuluhan pendaftaran BPOM bagi UMKM Desa Paniis.

“Harapannya dari pemberdayaan UMKM ini bisa berkelanjutan untuk masyarakat dan keterampilan kepada pelaku UMKM Desa Paniis.” Ujar Aira

Tinggalkan Balasan