Dalam 7 Bulan, Ada 6 Kasus Kekerasan Seksual Terhadap Anak di Majalengka

Sumber gambar (Hallosehat.com)

Data dari DKP3AKB kasus pencabulan pada anak menurun dibanding tahun lalu.

Majalengka, korandesa.id -Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DP3AKB), Drs H Rieswan Graha, MPd. melalui Kabid Perlindungan Perempuan dan Anak, Ria Restiana beberkan data kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur di Kabupaten Majalengka.

Dikatakan Ria, dalam kurun waktu tujuh bulan di Kabupaten Majalengka sudah ada 6 kasus pencabulan terhadap anak.

“Angka ini jika dibandingkan tahun lalu menurun, tahun lalu ada 15 kasus pencabulan terhadap anak,” Kata Ria kepada wartawan, Senin(27/7).

Kasus kekerasan seksual terhadap anak ini rata-rata dialami oleh anak usia 11 sampai 15 tahun.

“Jika dilihat dari jenjang pendidikan rata-rata SD sampai SMP,” Ujar Ria.

Untuk menekan angka kasus pencabulan terhadap anak menurut Ria, DKP3AKB punya mitra di lapangan, ada gerakan masyarakat peduli terhadap anak (Gempita) di setiap-setiap desa.

“Kedepannya kita punya program tentunya untuk menguatkan Gempita tersebut, kita juga ingin memberikan edukasi ke masyarakat yang lebih luas lagi khususnya ke anak-anak sekolah,” Tutur Ria.

Ria juga berharap kedepannya angka kasus pencabulan terhadap anak tidak bertambah lagi.

“Mudah-mudahan kedepannya kita bisa menekan angka pencabulan terhadap anak,” Tandanya.

(Rick)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.