Diduga Ada Pungli Di Galian C Ilegal Desa Teja

oleh -52 views

Majalengka,korandesa.id. – Banyaknya aktivitas galian C ilegal di Desa Teja Kecamatan Rajagaluh Kabupaten Majalengka Jawa barat mengundang oknum aparat untuk melakukan pungutan liar alias pungli.


Seperti halnya yang diguga dilakukan oleh oknum kepala desa Teja berinisial WW. Menurut sumber yang tidak mau disebut namanya, WW diduga telah melakukan pungli dari penjualan sewa portal ke Sukarya alis Kusnan warga setempat sebesar 60 jt rupiah. “dengan banyak nya aktivitas lalu lalang kendaraan truck pengangkut pasir dan batu didesa teja, pemerintahan desa melakukan pungutan dengan cara portalisasi jalan dan portal yang sudah berjalan puluhan tahun ini dijual sewa oleh kepala desa kepada Sukarya 60 jt rupiah / tahun”, jelas sumber.



Masih menurut sumber Aktivitas galian C ilegal didesa tersebut merupakan kawasan kehutanan yang dikelola oleh masyarakat Teja dan luar desa teja dengan sistem manual.” Para pengelola menyewa lahan galian ke desa secara berparyatif”, katanya pula.


Sementara itu ketika wartawan mengkonfirmasikan hal ini kepada kepala desa, ia membenarkan bahwa di desanya ada aktivitas galian C yang dikelola langsung masyarakat penggarap dan sudah berjalan puluhan tahun. Perihal pungutan yang dilakukannya, WW mengaku hal tersebut dilakukan untuk kegiatan karang taruna dan PHBN didesanya. ” Ini sudah berjalan puluhan tahun, kami hanya melanjutkan saja”, kata WW saat dikonfirmasi.


WW membantah kalau pihaknya memungut sampai 60 jt rupiah. ” Tidak ! Tidak sampai segitu, berbeda dengan dulu, sekarang lokasi sudah sepi, tahun sekarang hanya kurang lebih 20 jt”, kata WW yang didampingi ketua PHBN Mahmud dan beberapa perangkat desa.


Dari pantauan KD dilapangan adanya aktivitas galian C di desa teja tersebut berakibat rusaknya jalan Kabupaten yang ada di desa tersebut, hal ini juga diakui kepala desa, ia membenarkan dengan banyak nya aktivitas mobil truck pengangkut matrial galian C, jalan kabupaten di desa nya rusak parah, namun ia telah mengusulkan ke BMCK untuk segera di perbaiki. ” Ya betul, dengan banyaknya aktivitas mobil penarik pasir dan batu jalan jadi rusak, namun Alhamdulillah atas usulan kami dalam waktu dekat jalan tersebut akan segera diperbaiki oleh dunas BMCK”, katanya. (KD-02)