Dihadapan Budayawan dan Seniman, Bupati Majalengka: Kita Tidak Mau Cagar Budaya Sebagai Ajang Untuk Kemuskrikan

Majalengka, korandesa.id – Sekitar 50 orang dari berbagai sanggar Seni dan Padepokan hadir dalam “Forum Silahturahmi Bupati Majalengka dengan Seniman dan Budayawan Kabupaten Majalengka” adapun tujuan kegiatan ini guna mengukur sejauh mana para seniman dan budayawan Majalengka dalam melestarikan budaya dan seni Majalengka.

 

“Guna mengetahui sejauh dan sebanyak apa cara melestarikan kesenian, adat dan Budaya Sunda yang ada di Kabupaten Majalengka,” Ujar Bupati Dr. H. Karna Sobahi, M.MPd. Saat di Gedung Yuda Abdi Negara Pendopo Kabupaten Majalengka, Jln. Jendral A.Yani, Kamis(26/12).

 

Dalam sambutannya Bupati, Ajak para budayawan dan seniman untuk menggali potensi karakter seni tradisional agar terus berinovasi tidak tergerus oleh perkembangan zaman.

 

“Memiliki aktualisasi tradisional, karena kita perlu memelihara dan menggali potensi karakter Ketradisionalan agar masa lalu tidak lagi dikatakan jadul,” Ucap Bupati Karna.

 

Bupati juga menambahkan, Agar Cagar Budaya tidak terkontaminasi oleh hal hal tahayul atau kemusrikan.

 

“Kita tidak mau menjadikan situs-situs atau cagar budaya sebagai ajang untuk kemuskrikan atau tahayul tetapi sebagai bentuk penghargaan kita kepada para pendahulu sehingga menciptakan nilai budaya,” Pungkasnya.

 

Output kegiatan ini juga berharap dapat memberikan arahan dan Masukan antara Pemerintah Kabupaten Majalengka dengan para Budayawan dan Kesenian di Majalengka supaya bisa terus diberdayakan dan dikembangkan serta tidak musnah dengan Perkembangan di Era digitalisasi.

 

(Rick)

 

 

16 tanggapan untuk “Dihadapan Budayawan dan Seniman, Bupati Majalengka: Kita Tidak Mau Cagar Budaya Sebagai Ajang Untuk Kemuskrikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.