KORAN DESA

Inspiratif & Komunikatif

DPC PDI Perjuangan Kabupaten Majalengka Targetkan 26 Kursi di Pileg 2019

Majalengka, KD –
DPC Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan Kabupaten Majalengka  targetkan
perolehan kursi di dewan sebanyak 26  kursi, dengan estimasi setiap
kecamatan memiliki wakil di legislatif, untuk mendulang suara tersebut kini
PDIP merekrut calon legislatif dari  elemen masyarakat yang bukan berasal
dari kader partai.

Bagi kader yang kini duduk sebagai dewanpun tidak secara otomatis akan
terdaftar sebagai calon anggota legislatif pada pemilu 2019 mendatang,
karena terhadap mereka akan dilakukan penilaian terlebih dulu terhadap
kinerja mereka selama 4 tahun menjadi anggota dewan.

Menurut keterangan Ketua DPC PDIP yang juga Bupati Majalengka Sutrisno,
kepada sejumlah wartawan, Senin (23/4/2018), penjaringan sudah mulai
dilakukan sejak sekarang termasuk dari masyarakat umum yang bukan berasal
dari kader partai, daftar nama calon harus sudah masuk pada 30 April bulan
ini. Menyangkut persyaratan sebagai caleg dilakukan kemudian sesuai syarat
dan ketetuan yang diterbitkan oleh KPUD atau sesuai UU.

“Sekarang ini setiap partai selain disibukan dengan pemilukada, juga
disibukan dengan penjaringan calon anggota legislatif. Kini PDIP sudah
mengeluarkan ketetapan karena 30 April daftar nama caleg harus sudah
masuk,” ungkap Sutrisno.

Pada penjaringan kali ini menurutnya ada perbedaan prinsif dengan
penjaringan caleg pada pemilu sebelumnya, jika dulu caleg adalah berasal
dari kader partai, sedangkan kini caleg dibuka untuk publik  atau
merekrut  orang
diluar kader yang kemungkinan bisa mendulang suara bagi partai politik.
Mereka bisa dari tokoh agama, komunitas, organisasi profesi, tokoh ormas
atau mantan pejabat yang memiliki pengaruh terhadap masyarakat.

Untuk pendaftarannya mereka tinggal mendatangi sekretariat DPC PDIP
menyerahkan identitas pribadi agar tercatat di sekteratiat, setelah itu
dilakukan penjaringan dan penelusuran terhadap kredibilitas serta tingkat
kesukaan dan elektabilitas calon oleh tim yang dibentuk oleh partai.

Penjaringan untuk menetapkan caleg, berlaku juga untuk calon yang kini
duduk sebagai anggota DPRD, mereka tidak secara otomatis akan menjadi calon
anggota legislatif pada pemilu 2019 mendatang, karena tim akan terlebih
dulu mengkaji dan menilai kinerja yang bersangkutan selama menjadi anggota
dewan termasuk bagaimana sikap publik terhadap anggota dewan tersebut saat
ini.  Bagi anggota dewan yang dinilai lebih pada pengabdian terhadap masyarakat dan partai.
“Untuk anggota dewan dilihat dari kinerjanya, apakah dia sering turun ke
bawah menyelesaikan persoalan di masyarakat, bagaimana hubungannya dengan
masyarakat, organisasi kemasyarakatan, dan lain-lain, karena ukurannya
kinerja dewan sangat berhubungan dengan masyarakat. Bagaimana sikap publik
terhadap anggota dewan tersebut. Tim penilai dan tim penjaringan sudah ada,
sudah kami dibentuk,” ungkap Sutriano.

Untuk menaikan jumlah kursi di dewan sebanyak 26 kursi dari 18 kursi, kini
sejumlah tokoh sudah didekati dan menyatakan kesiapannya termasuk sejumlah
camat yang sudah dan akan menjalani masa pensiun.

“Untuk mengetahui tingkat kesukaan dan tingkat keterpilihan terhadap partai
kami juga terus melakukan survey guna memudahkan penanganan dan mengetahui
kelemahan untuk dilakukan perbaikan,” ungkap Sutrisno.***

Tinggalkan Balasan