DR. H. SUTRISNO,SE.,M.SI MENYAMPAIKAN SARAN SOLUSI DALAM MENYIKAPI DEMO GURU HONORER KATEGORI 2

Secara fsikologi demo honorer kategori 2 yang marak digelar saat ini karena harapan menjadi PNS melalui pengabdian panjang sebagai tenaga honorer dengan upah apa adanya (100-200 ribu perbulan),setelah pemerintah mencabut moratorium dan membuka kembali kuota penerimaan CPNS menjadi sirna karena terlampauinya ketentuan batas usia maksimal,maks 35 tahun sebagaimana diatur dalam Undan-Undang No.5/2014 tentang ASN dan PP No. 11/2017 ttg management ASN.

loading...

Kondisi ini berimbas pula pada kuota CPNS untuk tenaga khusus ( dokter spesialis ).Padahal posisi ini sangat diperlukan Pemda ( RSUD ) agar bisa memberikan pelayanan prima kepada masyarakat.Konsekuensinya kuota CPNS yang tersedia tidak dapat di eksekusi.Pemerintah Presiden Jokowi melalui pembantunya Menpan Rb tahun 2012 telah menuntaskan penyelesaian honorer kategori 2.Walau masih ada yang tercecer karena lemahnya koordinasi dalam merekrut dan mengadministrasikan tenaga honorer di daerah yang berimbas menjadi komoditas politik di tahun politik ini dengan gerakan berdemo ke Istana.

Sebagai solusi yang dalam merealisasikanya tidak tergantung APBN,melainkan dapat langsung dijalankan Pemda dengan sumber pembiayaan dari DAU eks PNS pensiun ( berkurangnya PNS tidak mengurangi alokasi DAU),pembantu Presiden perlu segera menerbitkan peraturan tentang pengangkatan pegawai pemerintah dengan perjanjian kerja (PPPK) sebagai penjabaran dari UU No.5/2014.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read more:
Bandara Kertajati Resmi Layani Penerbangan Reguler

KETUA TANFIDHIYAH TERPILIH PCNU MAJALENGKA JAWA BARAT TIDAK LULUS MKNU

HUT Bhayangkara Ke 72 Sat Reskrim Polres Majalengka Bagi-Bagi Takjil Bagi Pengguna Jalan

Close