Dua Tanggung Jawab Peran Perempuan

oleh -17 views

Majalengka, korandesa.id – Dalam rangka peringati Hari Ibu, Kohati HMI Cabang Majalengka menggelar Diskusi keperempuanan dengan mengusung tema “Aktualisasi Peran Perempuan Sebagai Profesional Wife dan Profesional Mother”, Kegiatan tersebut dilaksanakan di Sekretariat HMI Cabang Majalengka, Minggu(22/12).

Acara tersebut hadirkan dua wanita karier sebagai narasumber yakni salah satu komisioner Bawaslu Kabupaten Majalengka, Idah Wahidah S. Ag., M. Si. dan Wakil Ketua (Bidang Sosial Budaya) DPC Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Majalengka, Sekaligus juga sebagai Jurnalis Galura, Ayank Rusmayanti Sambara.

Selain memperingati hari ibu kegiatan ini juga sebagai dorongan memotivasi kader-kader Kohati, bagaimana mempersiapkan diri untuk nanti menjadi profesional wife dan profesional mother, karena ini penting sekali bagi perempuan bagaimana cara mendidik anak, mengurus rumah tangga tetapi dituntut juga untuk berperan di ranah publik dengan berbagai konsekuensinya.

“Luar biasa sekali ketika perempuan mampu melakukan peran publiknya tetapi tidak meninggalkan ranah domestinya juga dan ini tentunya perlu kemampuan, pengetahuan juga makanya penting sekali pendidikan bagi perempuan,” Ujar Ipah Hernipah Ketua Kohati Majalengka.

Dalam masyarakat modern dan demokratis sekalipun, masih dijumpai pandangan yang menganggap bahwa perempuan merupakan warga kelas dua dan pelengkap sehingga kiprahnya di sektor publik masih dipertanyakan hingga kini.

Kaum perempuan yang masuk ke dalam sektor publik, berarti perannya tidak lagi sebagai seorang istri atau ibu yang bertanggung jawab dalam sosialisasi anak-anaknya, melainkan juga sekaligus sebagai pekerja/profesional.

“Sebagai profesional mother Perlu diubah pandangan bahwa menjadi seorang ibu rumah tangga dianggap lebih mudah dan lebih ringan daripada menjadi seorang wanita karir/professional,” Jelas Idah Wahidah.

Idah juga memaparkan, kesalahpahaman yang menggambarkan Ibu Rumah Tangga (IRT) hanya duduk manis di Rumah, menonton TV sambil makan camilan, ngerumpi yang terlihat cuma semata hitam putih.

“Banyak pekerjaan IRT yang tidak sederhana namun pekerjaan multi tasking dari mulai laundry, office boy, chef, guru les, driver dan seterusnya,” Papar Idah.

Kemudian sebagai profesional wife Perempuan di kedua sektor, yaitu sektor domestik (rumah) dan sektor publik (pekerjaan/profesi), melahirkan peran ganda. “Seorang istri dengan status peran ganda yang dipikulnya tentu memiliki pula berbagai macam tantangan yang berat, termasuk merubah paradigma perempuan sebagai warga kelas 2,” Tambah Idah.

Kemudian dilanjut dengan sharing bersama Ayank Rusmayanti Sambara, Figur ibu yang mampu mendidik anaknya dengan berbagai pengalaman hidup yang luar biasa.

Perempuan sebagai ibu yang harus melembagakan anak-anaknya tidak hanya mendidik tapi bagaimana seorang ibu harus menjadi figur yang dibanggakan oleh anak.

Namun perempuan juga dihadapkan pada peran domestik dan peran publik yang harus dilakukannya sekaligus sebab perempuan adalah lokus bagi eksistensi anak-anak.

“Perempuan itu dipilih maka sebagai lelaki jangan sia-siakan pilihan itu. Dan berbuat baiklah, karena sekecil apapun kebaikannya pasti Allah akan membalasnya” Ujar Ayank.

(Rick)

344 thoughts on “Dua Tanggung Jawab Peran Perempuan

  1. search by court case number hdkeqhyvypdl michigan case search north carolina case number search multnomah county circuit court case search maryland judiciary case search kentucky court case search
    maryland judiciary case search case net name search maryland judiciary case search chicago court case search maryland judiciary case search wieqfupwqrvo california court case number search
    maryland judiciary case search maryland judiciary case search guilford county court case search macon county circuit clerk search case information maryland judiciary case search

Komentar ditutup.