Hari HAM Sedunia, Majalengka Raih Penghargaan Kabupaten Peduli HAM

oleh -25 views

Majalengka, korandesa.id – Tepat Pada moment Peringatan Hari HAM Sedunia Kabupaten Majalengka Kini kembali dinobatkan sebagai Kabupaten Peduli HAM Tahun 2019 secara berturut-turut dari tahun 2017-2019 sekarang.

“Alhamdulilah dinobatkan kembali sebagai salahsatu kabupaten Peduli HAM, sehingga Secara Berturut-turut selama Tiga Tahun, Dari Tahun 2017 sampai Tahun 2019 Majalengka Masuk dalam Kategori Kabupaten/Kota Peduli HAM,” Ujar Bupati Majalengka Dr. H. Karna Sobahi, M.MPd. Saat digedung Merdeka Bandung, Selasa(10/12/19).

Penghargaan ini diberikan kepada pemerintah daerah kabupaten/kota berdasarkan hasil penilaian terhadap kabupaten/kota dalam meningkatkan peran dan tanggung jawabnya dalam penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia.

Penilaian didasarkan kepada pemenuhan terhadap hak atas kesehatan, hak atas pendidikan, hak perempuan dan anak, hak atas kependudukan, hak atas pekerjaan, hak atas perumahan yang layak, serta hak atas lingkungan yang berkelanjutan yang diukur berdasarkan indikator struktur, proses dan hasil.

“Adapun hasil penilaian dengan kategori kabupaten peduli HAM di provinsi jawa barat, majalengka memperoleh total nilai tertinggi di provinsi jawa barat,” Kata Bupati Karna.

Sebelumnya Majalengka juga mendapat penghargaan sebagai penghargaan anubhawa sasana Desa/Kelurahan.

“Dengan adanya dua penghargaan ini agar desa/kelurahan di Kabupaten Majalengka turut berperan serta dan berkomitmen untuk terus berupaya meningkatkan penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan dan pemajuan terhadap nilai-nilai hak asasi manusia di Kabupaten Majalengka,” Ujarnya.

Bupati Karna juga berpesan kepada para perangkat daerah yang telah konsisten meningkatkan peran dan tanggungjawabnya.

“Untuk itu saya ucapkan terimakasih kepada perangkat daerah terkait yang telah konsisten dalam upaya meningkatkan peran dan tanggungjawab pemerintah daerah dalam penghormatan, pelindungan, pemenuhan, penegakan, dan pemajuan hak asasi manusia di kabupaten majalengka” Pungkasnya.

(Rick)