Indonesia Darurat Regenerasi Petani Muda

Indonesia Darurat Regenerasi Petani Muda Ditulis Oleh : Syeril Ibnu Anggoro ( Mahasiswa UNMA Fak. Peternakan )

loading...

Indonesia merupakan negara agraris yang mayoritas penduduknya berprofesi sebagai petani, sebagai negara yang kaya akan sumber daya alam seharusnya indonesia dapat menjadi lumbung pangan dunia.

Tetapi pada kenyataanya negeri kita tercinta ini untuk memenuhi kebutuhan pangan dalam negri pun belum mampu, justru yang terjadi adalah sebaliknya, Indonesia selalu mengimpor berbagai komoditas pertanian dari negara luar yang nobanennya bukan negara agraris.

Salah satunya yang sering menjadi komoditas impor yaitu beras dan daging sapi. Kita tahu bahwa di indonesia lahan pertanian sangat luas tetapi pemerintah dalam hal ini belum mampu untuk membuat suatu kebijakan untuk mengoptimalkan sektor pertanian secara maksimal yang dapat meningkatkan taraf hidup masyarakat. Kepemilikan lahan dan belum adanya payung hukum untuk melindungi lahan produktif serta regulasi tentang zonasi ditingkat petani menjadi salah satu masalah klasik yang sampai sekarang belum juga selesai.

Idealnya seorang petani harus memiliki lahan seluas 3 HA sesuai yang dikatakan oleh mantan mentri pertanian suswono. Saat ini kepemilikan lahan ditingkat petani baru mencapai 0,3 HA per KK, sangat jauh dari standart yang dikatakan oleh mantan pertanian. Ini menjadi peluang empuk bagi negara luar untuk menjajah indonesia dalam bidang pertanian, sangat miris memang.

Selain itu kurangnya minat dari kaum muda-mudi untuk menggeluti bidang pertanian juga menjadi PR penting bagi kita bersama. Padahal di indonesia terdapat sangat banyak perguruan tinggi yang memiliki program studi atau fakultas pertanian, namun kebanyakan lulusan perguruan tinggi yang mengambil studi pertanian lebih memilih profesi menjadi pegawai bank atau pegawai negri sipil (PNS).

Kalau generasi muda tidak ambil bagian dalam membangun pertanian bisa jadi 10 tahun kedepan di indonesia profesi petani sudah menjadi barang yang sangat langka. Ini sangat memprihatinkan bagi kita semua karena indonesia bisa menjadi negara konsumtif. Memang dalam pemikiran masyarakat secara umum menjadi petani itu pekerjaan yang kotor. Pemikiran semacam ini harus segera diluruskan karena bidang pertanian jika dikerjakan secara serius sangat menjanjikan. Padahal menjadi petani adalah profesi yang sangat mulia. Kalau jargonnya para dosen di fakultas pertanian adalah “jadilah petani berdasi”. Tetapi jargon tersebut belum juga menumbuhkan minat para muda-mudi untuk menjadi seorang petani. Kita tahu bahwa manusia hidup pasti butuh makan. Seharusnya ini menjadi peluang kita bersama untuk mengembangkan bisinis dibidang pertanian.

Pemerintah harus tegas dalam membuat kebijakan di bidang pertanian baik itu regulasi tentang kepemilikan lahan, tataniaga, zonasi, dan memberantas para mafia pertanian. Selain itu juga harus mampu mengajak para muda mudi agar tertarik untuk terjun ke bidang pertanian agar potensi yang ada dapat dimaksimalkan untuk kesejahteraan masyarakat. Contohnya dengan program petani muda membangun desa.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

Read more:
Wajah Baru Desa Sukawana

Polres Majalengka Gelar Family Gathering Bersama Awak Media

Perayaan May Day Tidak Ada Demo

Close