Inilah Bantahan Pihak Sodara INA Mengenai Issue Penembakan Pengusaha Konstruksi

Majalengaka, korandesa.id – Beredarnya issue terkait insiden penembakan salah satu oknum anggota PNS Kabupaten Majalengka, Pihak INA sebagai terlapor atas kejadian itu menggelar konferensi pers oleh kuasa hukumnya yakni Dr kristiawanto, S.Hi, MH., H. Dadan Taufik, SH, M.Si., Diarson Lubis, dan Gunawan.

Dihadapan para awak media online, cetak, televisi dan radio. Pihaknya membantah atas kejadian tersebut bukanlah unsur kesengajaan namun murni insiden diluar dugaan.

“Bukan sebuah unsur kesengajaan karena klien saya melihat keganduhan pada saat di lokasi klien saya berniat untuk melerai dengan meletuskan senpi ke atas,” tegasnya saat di gedung serba guna rumah makan nera Jln. Koprasi, Rabu(13/11/2019).

Sedangkan senpi yang digunakan itu legal karena memiliki izin resmi dari Mabes Polri, yang diperuntukkan untuk kategori beladiri bukan senjata yang dimiliki oleh Perbakin.

“Nah untuk memiliki senpi itu diperoleh melalui prosedur yang benar dimulai dari pendaftaran dan test sebagaimana peraturan perundang-undangan yang berlaku,” Terang Kuasa Hukum INA.

Tim kuasa hukum pun meluruskan bahwa kejadian tersebut sedikit pun tidak ada kaitanya dengan masalah proyek di wilayah pemerintahan Kabupaten Majalengka.

“Jadi kami tegaskan kembali kalau insiden itu tidak ada kaitannya sama sekali dengan kebijakan Pemkab Majalengka,” Jelasnya.

Berdarnya permasalahan awal insiden ini adalah mengenai hutang piutang, hutang piutang yang dimaksud itu antara PT Laskar Makmur Sadaya dengan Panji Pamungkasandi dalam mengurusi perizinan ke Pertamina.

“Jadi ini berkaitan dengan pembuatan
SPBU dan itu tidak ada kaitannya dengan hutang piutang dengan klien
kami saudara INA,” Jelasnya.

Hal tersebut sesuai surat perjanjian pembangunan proyek SPBU Nomor 01/SP/PEJ/I/2019 tentang pengurusan perizinan SPBU atas nama PT Laskar Makmur Sadaya Desa Palabuan Kecamatan Sukahaji Kabupaten Majalengka, yang direkturnya adalah Danil Rezal Prilian bukan kliennya. Dan ini pun hanya dipinjam perusahaan oleh HW melalui AS.

“Artinya direktur Perusahaan PT Laskar Makmur Sadaya ini bukan milik klien kami, klien kami bukan direktur bukan komisaris, bukan pemegang saham jadi tidak ada kaitannya sama sekali dengan klien kami, jadi ini murni perjanjian antara sodara Panji dengan sodara Danil” Tuturnya.

(Rick)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.