Kader HMI Majalengka Minta Seleksi Balon Kades Dalam Pilkades 2019 Harus Ditingkatkan

MAJALENGKA, korandesa.id – Sekitar 142 desa di wilayah Kabupaten Majalengka akan menggelar serentak Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) Secara serentak, Namun pada persiapan seleksi Bakal Calon (Balon) Pilkades tahun ini menjadi sorotan bagi salah satu aktivis Mahasiswa dari Kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), Minggu(08/09)

November 2019 mendatang adalah momentum euphoria demokrasi dalam lingkup pedesaan di wilayah Kabupaten Majalengka agenda Pilkades sudah menjadi agenda rutin yang dilakukan oleh pemerintah daerah setempat setiap 5 (Lima) Tahun sekali untuk melakukan pemilihan umum terhadap bakal calon kepala desa yang nanti akan memimpin, akan tetapi dengan peraturan daerah yang nanti akan dijabarkan dalam peraturan bupati yang berkaitan mengenai bakal calon kepala desa masih di pertanyakan pasalnya Dalam pelaksanaannya nanti, semua masyarakat, warga negara Indonesia (WNI), tanpa melihat alamat asal, mempunyai kesempatan untuk maju sebagai kandidat kepala desa.

Aturan main itu berbeda dengan Pilkades sebelumnya yang mengharuskan calon kepala desa (calkades) merupakan warga dari desa tempat tinggal setepat atau sesuai domisili.

Selain itu Bupati Majalengka Dr. H. Karna sobahi, M.MPd. mengatakan aturan tersebut sudah tertuang dalam perubahan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 2 tahun 2015 tentang Pemrintahan Desa. Perda itu sudah ditetapkan dalam paripurna DPRD Kabupaten Majalengka pekan kemarin.

Untuk menguatkan Perda 2/2015 itu, dalam waktu dekat Bupati akan mengeluarkan Peraturan Bupati (Perbup). “Nanti aturan itu dijabarkan lagi dalam petunjuk pelaksanaan pada peraturan bupati. Saat ini masih dalam dalam proses,” Kata Karna.

Peraturan ini menjadi dilematika bagi beberapa orang, seperti salah seorang kader Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cecep Taufik (Kepala Bidang Penelitian dan Pengembangan Anggota Komisariat Ki Hajar Dewantara).

“Apabila terjadi hal demikian bagaimana dengan nasib putera desa yang mumpuni dan berkompeten terhadap ruang lingkup desanya, ada baiknya untuk persyaratan bakal calon kepala desa haruslah dari daerah tempat asal nya, agar perencanaan pembangunan desa kedepannya lebih terjamin, karena seleksi bakal calon kepala desa harus ditingkatkan,” Kata Cecep saat ditanya Wartawan korandesa.id.

Menurut pengamatan dari Cecep juga hingga saat ini belum ada ancang – ancang mengenai Pilkades 2019 Majalengka, baik itu dari jajaran panitia pemilihan kepala desa, serta tim penyeleksi yang kompeten.

(Rick)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.