Kadinkes Singgung Dua Rumah Sakit di Majalengka, Terkait Penanganan COVID-19

oleh -424 views
Suasana rapat Natal dan Tahun baru sempat ada saling singgung terkait penangan COVID-19 di Majalengka oleh Dinkes Majalengka kapada dua RSUD di Majalengka (Dokpri)

Majalengka, korandesa.idKepala Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka, H Alimudin singgung kedua Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Kabupaten Majalengka terkait penanganan pasien COVID-19.

“Saat ini masih sering terjadi, pasien (COVID-19) yang dirujuk ke Rumah Sakit Majalengka tidak di terima oleh rumah sakit tersebut dan ini terjadi setiap hari,” Keluh Alimudin kepada Bupati Majalengka saat rapat di Gedung Yudha, Selasa(22/12/2020).

Seperti yang dikatakan Alimudin, uniknya Rumah Sakit di Kabupaten Majalengka ini seperti tebang pilih ketika menerima pasien COVID.

“Ketika ada petugas puskesmas yang mengonsultasikan kepada pihak rumah sakit jawabannya penuh ruangannya, tapi ketika LO (Leading Organization) yang mengonsultasikan bisa masuk,” Singgung Alimudin.

Alimudin berharap kedepannya di Majalengka tidak terjadi lagi penolakan pasien oleh pihak rumah sakit.

“Pasien suspek yang perawatan ringan atau pun berat saya harap bisa dilayani, kemudian ada juga kasus Ibu hamil yang mau melahirkan tidak bisa masuk padahal baru rapid tes nya reaktif padahal itu belum tentu positif karena belum ada hasil tes PCRnya,” Terangnya.

Sementara itu, Bupati Majalengka Karna Sobahi mengatakan, berdasarkan peraturan Menteri Kesehatan, sekitar 30% ruangan di Rumah Sakit di peruntukan untuk pasien yang COVID.

“Saya sudah perintahkan secara teknis, silahkan ubah tempat-tempat perawatan pasien umum menjadi tempat perawatan pasien COVID,” Ujar Bupati.

Selain itu, Bupati juga meminta kedua RSUD di Majalengka untuk mempersiapkan ruang ICU khusus untuk penanganan pasien COVID.

“Jangan sampe pasien COVID yang kritis ditempatkan di tempat perawatan,” Tutur Bupati.

Menyikapi pernyataan Kadinkes, Bupati masih menelusuri letak Miskomunikasi nya.

“Sementara kalau bertanya kepada direktur rumah sakit, mereka jawab tidak pak, makannya saya akan menghaturi dua direktur dan dinkes supaya tidak ada miskomunikasi diantara kami dan kami akan instruksikan apapun kondisinya pasien COVID harus diterima,” Tandasnya.

Laporan: Erick Disy Darmawan