Kebijakan Pemdes Pajajar Dinilai Tepat Dalam Pembelian Alat Pembakar Sampah

oleh -46 views

Majalengka, korandesa.id – Kebijakan Pemerintahan desa dalam pengadaan alat pembakar samapah di desa pajajar dinilai tepat oleh Rudiyanto salah satu pengurus ormas Laskar Merah Putih Indonesia (LMPI). Ia menilai kebijakan kepala desa Pajajar terkait pembelian alat pembakar sampah sudah tepat karena Pajajar merupakan desa Wisata yang banyak dikunjungi wisatawan.

“Sebagai desa wisata, Pajajar sudah pasti akan memproduksi sampah yang sangat banyak, dan hal ini akan menimbulkan persoalan lingkungan bilamana dibiarkan begitu saja. Makanya saya nilai tepat bila pak Kuwu Pa’ung sebagai kepala desa Pajajar mengeluarkan kebijakan untuk membeli alat pembakar sampah serta menyediakan tempat pembuangan sampah akhir (TPA) di desa Pajajar”, kata Rudi, pada Kamis (04/03/2021).

” Terkait adanya pemberitaan disalah satu media online terbitan Bandung yang mengatakan ” Pembelian alat pembakar sampah di desa Pajajar dinilai hamburkan uang”, jelas itu salah, karena yang setahu saya, justru masyarakat merasa terbantu dengan adanya alat tersebut, minimalnya sampah rumah tangga masyarakat desa Pajajar tidak dibuang sembarangan”, jelas Rudiyanto.

Sementara itu, menurut keterangan Kaur Kesra desa Pajajar Agus Buchori Muslim, sampai saat ini tidak ada warga yang mempersoalkan masalah pembelian alat pembakar sampah tersebut, karena menurutnya, semua itu sudah berdasarkan musyawarah dengan  warga, dan itu semua atas dasar usulan masyarakat yang ingin lingkungannya bersih. ” di desa kami persoalan sampah merupakan masalah krusial yang harus segera ditangani”, kata Agus.

“Adapun anggaran Dana Desa (DD) sebesar kurang lebih Rp. 45 juta untuk pengadaan alat pembakar sampah dan pelatihan sudah sesuai dengan juklak juknis dan sudah diterima masyarakat”, ujar Agus.

Lebih lanjut Agus mengatakan Alat pembakar sampah ini memiliki kapasitas 2 ton/ hari dalam proses pembakaran. ” Alat ini bisa membakar samapah sampai 2 ton/ hari, dan alat nyapun terbuat dari plat besi tebal serta ada pendinginnya, sehingga aman ketika proses pembakaran. Dan untuk pelatihan sendiri mendatangkan instruktur dari Subang, untuk melatih warga dalam memanfaatkan sisa pembakaran. Pelarihan sendiri sampai 5 kali pertemuan”, jelas Agus Buchori.

Sementara itu Kepala desa Pajajar Pa’ung mengatakan bahwa taun ini desa pajajar sedang mengusahakan tempat penampungn samapah akhir yang rencana lokasinya di dusun Nambang Kamuning desa Pajajar (***)