Kejaksaan Majalengka Sita 587 Juta Rupiah Dari Kasus Korupsi PDSMU

oleh -9 views

MAJALENGKA,KORANDESA.ID- Kejaksaan Negeri Majalengka kembali rilis perkembangan kasus PDSMU kepulik melalui konfrensi pers di Aula kantor Kejaksaan Majalengka pada Rabu ( 07/10/2020 ).

Dalam keterangannya Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka Dede Sutisna yang didampingi Kasie Pidsus Guntoro Janjang S dan Kasie Datun Agus Robani mengatakan, pada hari Rabu tanggal 07 Oktober 2020 Kejaksaan Negeri Majalengka melalui penyidik bidang tindak pidana khusus telah melakukan penyitaan Mata uang kertas sebesar 500 juta rupiah sebagai barang bukti dalam perkara tindak pidana korupsi penyalahgunaan dana usaha pada Perusahaan Daerah Sindang Kasih Multi Usaha (PDSMU) tahun 2014 s/d 2019 yang diduga dilakukan oleh tersangka JUN.

” Pada hari Rabu pagi,Sekitar Pukul 10.00 Wib Kejaksaan Negeri Majalengka melalui penyidik bidang pidana khusus telah melakukan Penyelamatan Potensi Kerugian Keuangan Negara tahap penyidikan dengan melakukan PENYITAAN Uang Sebesar Rp. 500.000.000 (lima rarus juta rupiah) dalam Perkara Tindak Pidana Korupsi Penyalahgunaan Dana Usaha pada Perusahaan Daerah (PD) Sindang Kasih Multi Usaha Tahun 2014 s/d 2019 yang diduga dilakukan oleh JUNAEDI Bin AHMAD (Alm)”, terang Guntoro pada wartawan.

Menurut Guntoro, uang tersebut diterima dari sdr. MR yang merupakan saksi dalam perkara ini. Dan barang bukti tersebut telah dititipkan ke rekening bank mandiri RPL 147 PDT 1340038383880.

Lebih lanjut kasi pidsus Guntoro memaparkan kronologis penyitaan uang sebesar 500 juta rupiah, menurutnya M sebagai saksi, awal mulanya tidak mengetahui uang tersebut merupakan uang dari PDSMU dan disangka uang pribadi Junaedi ( Direktur PDSMU ), kemudian uang tersebut digunakan oleh M untuk melakukan usaha bidang konstruksi di daerah kuningan. Setelah dilakukan pemeriksaan, M baru mengetahui bahwa uang tersebut merupakan uang dari penyelewengan dana yang dilakukan junaedi selaku direktur PDSMU. Setelah M mengetahui dari hasil penyidikan seperti itu, akhirnya M merasa terhutang dan beritikad baik untuk mengembalikan uang sebesar 500 juta yang dipinjamnya tersebut”, jelas Guntoro.

“untuk sementara total uang yg disita dari penyidikan perkara tindak pidana korupsi di tubuh BUMD Kabupaten Majalengka ini sekitar Rp. 587. 000.000,- ( Lima ratus delapan puluh tujuh juta rupiah ). Karena sebelumnya telah melakukan penyitaan sebeaar 87 juta rupiah.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka Dede Sutisna meminta agar yang menerima aliran dana dari PDSMU segera mengembalikan kepada penyidik tindak pidana khusus , sebelum jaksa penyidik mengambil tindakan tegas.

Lebih lanjut kajari mengatakan tidak menutup kemungkinan akan ada tersangka baru baik dari direksi maupun dari dewan pengawas.
untuk audit penghitungan kerugian negara sudah berjalan yang dilakukan oleh lembaga yg berwenang.

Untuk pemeriksaan saksi saksi masih terus berlanjut, hari ini saksi an. LS selaku kepala BKAD Kabupaten Majalengka.

Berdasarkan pantauan Koran Desa berkaitan perkembangan kasus PDSMU masyarakat berharap agar Kejaksaan Negeri Majalengka dapat membuka kasus ini dengan terang benderang, mengusut tuntas secara obyektif tanpa pandang bulu karena tidak tertutup kemungkinan ada yang merintah sehingga perbuatan itu bisa terjadi. (KD-01/KD-02)