Ketua Rejo Muda Majalengka Kritisi Pernyataan Debat Capres 02

Majalengka, korandesa.id – Ketua Rejo Muda Indonesia DPD Kabupaten Majalengka Mboi Heru Hendrawan menyayangkan atas pernyataan capres 02 Prabowo Subianto dalam debat kedua, beliau menyatakan bahwa infrasutruktur harus untuk rakyat bukan rakyat untuk infrastruktur. Enggak bisa seperti itu, nanti hanya sebagai monument tapi tidak dimanfaatkan. Terlebih dia memberikan contoh pembangunan LRT Palembang dan lapangan terbang atau bandara Kertajati. Pernyataan tersebut menurut hemat kami itu sebagai bukti bahwa beliau tidak bisa melihat dan mendengar kondisi di lapangan yang sebenarnya, sebelum berbicara. Bisa jadi beliau hanya menerima informasi dari informan – informan yang tidak berbasis data.

Ditambah lagi pernyataan capres 02 Prabowo Subianto menyatakan banyak pembangunan dikerjakan dengan grasa – grusu atau terburu – buru tanpa feasibility study yang benar. DPD RJMI Kabupaten Majalengka menilai dalam persoalan fungsi pengembangan kebijakan pemerintah dalam hal ini kebijakan pembuatan bandara sekelas internasional sudah melewati proses kelayakan, akan tetapi semua itu tak akan cepat – cepat terasa begitu saja oleh masyarakat baik masyarakat majalengka maupun masyarakat diluar Majalengka. Jika meminjam pengibaratan, kebijakan itu tak akan terasa cepat seperti kita memakan cabai yang langsung terasa pedasnya. Semua kan melalui tahapan dan proses penyesuaian di masyarakat. Terlebih dengan adanya bandara ini jelas akan menguntungkan dari aspek bisnis.

Dengan begitu DPD RJMI Kabupaten Majalengka mendesak dan menuntut capres 02 untuk meminta maaf terhadap masyarakat Majalengka atas pernyataan tersebut yang dirasa sangat melukai perasaan masyarakat Majalengka. Adapun kalau itu disebut monumen, bagi kami itu monumen kemajuan sebagai bukti pemimpin yang komitmen terhadap kemajuan. Karena tidak dipungkiri dengan adanya bandara internasional kertajati ini nama majalengka senantiasa menjadi terkenal di Indonesia khususnya bahkan mancanegara selanjutnya tingkat perekonomian masyarakat akan berubah kearah yang lebih baik. DPD RJMI Kabupaten berharap jika debat ketiga nanti di gelar capres 02 itu focus pada presentasi prestasi yang beliau pernah lakukan, bukan mengkritik yang sifatnya tidak berfaedah atau tidak membangun.

(Erick KD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.