Live’in Mahasiswa Universitas Maranatha Disambut Antusias Masyarakat Majalengka

oleh -23 views

Majalengka,korandesa.id- Kegiatan Live’in yang dilakukan 70 mahasiswa Universitas Kristen Maranatha di Kabupaten Majalengka mendapat antusias masyarakat.

Kegiatan yang berlangsung selama satu minggu ( 24 – 29/05/2019) ini diisi dengan kegiatan bakti sosial berupa penyuluhan kesehatan terhadap masyarakat, cek kesehatan, penyuluhan kewirausahaan dan kriya, pendidikan multimedia dan musik kepada para pemuda, kegiatan mural untuk anak TK dan bina Iman untuk anak anak tingkat SD.

Untuk bakti sosial bidang kesehatan sendiri mendapatkan antusias masyarakat sekitar GKP Cideres dan GKP Betesda. “Untuk penyuluhan kesehatan dan pengobatan gratis kegiatan live’in disini disambut antusias masyarakat, awal pendaptaran yang diajukan hanya 60 peserta dan yang datang sampai 90 orang, itupun kami batasi karena ketersedian obat yang kami persiapkan hanya untuk 100 peserta”, jelas sekretaris panitia Live’in 2019 Silvia.

Sementara itu, Vice Rector I For Academi and Student Affairs Olga Catherina Pattipawaej, Ph.D., mengatakan kegiatan Live’in ini merupakan suatu kegiatan pengabdian mahasiswa terhadap masyarakat. ” ini merupakan salah satu tri dharma yang harus kami lakukan di perguruan tinggi”, jelasnya.

Lebih lanjut Olga mengatakan, ” bentuk Live’in ini adalah kegiatan dunia pendidikan untuk sharing bersama masyarakat, dimana apa yang dilakukan mahasiswa bisa membuat masyarakat disuatu daerah punya nilai plus dan mahasiswa itu sendiri bisa belajar langsung dilapangan dan bisa mempraktekan langsung ilmu yang selama ini mereja dapat di kampus”, katanya.

Menurut Olga kegiatan Live’in yang diikuti 70 mahasiswa dari berbagai Fakultas di Universitas Kristen Maranatha ini sekarang dilaksanakan di Kabupaten Majalengka tepatnya di lingkungan GKP Cideres dan GKP Beteshda. Para mahasiswa disebar di 35 rumah penduduk agar mereka bisa berbaur dengan masyarakat dan bisa merasakan kehidupan mereka. ” Diharapkan dengan berbaur bersama masyarakat mereka bisa merasakan kehidupan sebenarnya di masyarakat, bagaimana cara mereka berinteraksi dengan penduduk, jadi selama satu minggu ini mereka punya keluarga baru”, jelas Olga.

Hal senada juga dikatakan pembimbing kegiatan Live’in Pdt. Yohanes Bambang Mulyono. “Live’in yang diadakan oleh Universitas Maranatha ini merupakan bagian dari Tri dharma perguruan tinggi yang masuk dalam pengabdian masyarakat. Sementara dalam pengabdian masyarakat ini mengenal satu istilah namanya service learning yaitu belajar sambil mengabdi, disini mahasiswa supaya mengenal langsung kehidupan masyarakat. Oleh karena itu mereka ditempatkan di rumah rumah penduduk”, kata Bambang.

Ditambahkan Bambang Universitas Maranatha memiliki keunikan dimana walaupun merupakan Universitas Kristen tapi beragam dimana antara muslim, budha, hindu dan nasrani bisa hidup bersama dalam keanekaragaman. ” Mereka hidup bersama berdampingan tidak ada perbedaan dan semuanya dianggap sebagai keluarga”, jelasnya pula.

Sementara itu salah satu peserta live’in beragama muslim Astrid Ardalia dari fakultas sastra inggris mengungkapkan kesannya. “Sejauh ini saya dapat pengetahuan lebih, bagaimana saya belajar respek terhadap yang berbeda keyakinan dengan saya, dan saya ikut kegiatan Live’in karena ingin menambah wawasan dan pengalaman agar tau bagaimana rasanya tinggal bersama orang tua asuh yang beda agama”, Jelas gadis yang dusuk di semester 7 sastra inggris ini. (KD-02)