Mahasiswa Hilang Ingatan

Foto Erick Disy Darmawan Mahasiswa Universitas Majalengka

MAJALENGKA, korandesa.id – Berbicara tentang Mahasiswa pada hakekatnya Mahasiswa mempunyai tanggungjawab isi dari kandungan yang tertuang di dalam Tri Dharma Perguruan Tinggi yakni Pendidikan dan Pembelajaran, Penelitan dan Pengembangan, dan point terakhir Pengabdian Terhadap Masyarakat.

Dengan melihat realita yang ada pada era sekarang Mahasiswa banyak yang lupa dengan tanggungjawab point terakhir dari tri dharama perguruan tinggi yakni pengabdian terhadap masyarakat.

Seperti yang di kutip dalam buku Mansour Fakih (Pendidikan Popular)
“Belajar dari realitas atau pengalaman yang dipelajari atau bukan “ajaran” (teori, pendapat, kesimpulan, wejangan, nasehat, khotbah, pidato dan sebagainya) dari seseorang, akibatnya tidak ada otoritas pengetahuan seseorang lebih tinggi dari yang lainnya. Keabsahan pengetahuan seseorang ditentukan oleh pembuktiannya dalam realitas tindakan atau pengalaman langsung, bukan pada retorika teoritik atau kepintaran orang belaka,”

Entah apa yang menjadi faktor kondisi diatas sehingga Mahasiswa pada saat ini menjadi apatis (acuh) akan melihat kondisi sosial di lingkungannya, entah sistemnya yang salah atau manusianya ?

Realitanya sekarang mahasiswa bergerak atas dasar nilai yang diberikan oleh dosen bukan panggilan dari hati nuraninya, contonya ketika mereka di berikan tugas oleh dosen untuk riset penelitian tentang isu sosial di daerah dan harus memberi solusi permasalahan tersebut maka mereka akan mengerjakannya namun ketika isu sosial tersebut lepas dari perkuliahan apakah mereka masih mau menanggapi dan memberikan solusi ? Namun itu kembali lagi pada pribadinya masing-masing tetapi sebagian besarnya kebanyakan mahasiswa sekarang acuh kalau tidak ada feedbacknya baginya, bahkan untuk berorganisasipun sebagian besar enggan untuk ikut berperan, yang padahal dengan ikut berorganisasi dapat mendorong mereka dan membentuk karakter mereka yang nantinya akan terjun langsung di lingkungan masyarakat.

Kita sepatutnya mengingat pesan alm. W.S. Rendra bahwa, “Mahasiswa sebagai generasi muda yang ideal adalah yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat, kemudian berbakti pada masyarakat”, Hal itu sangatlah memberi pencerahan kepada Mahasiswa Khususnya atau Pemuda pada umumnya agar mau belajar dan langsung merasakan pengalaman secara langsung di lingkungan secara terbuka. 

Mereka yang lebih suka menghabiskan waktunya untuk bermain, shoping, nonton, berdandan, menghambur-hamburkan uang. Sifat semacam itu bukanlah cerminan mahasiswa yang sesungguhnya. Maka mari bangun, bergerak, dan amalkan semua point-point dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, Hidup Mahasiswa Indonesia!

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.