Mahasiswa Indonesia menjadi Duta mengajar Bahasa Arab di Malaysia

oleh -27 views

JAKARTA, KD – Pada tahun ini, program mengajar bahasa arab di Malaysia yang diselenggarakan oleh ITHLA (Ittihadu al-thalabah al-Lughah al-Arabiyyah) atau Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab se-Indonesia akan terlaksana pada tanggal 30 April hingga 13 Mei 2018. bermula dari acara workshop dan pelatihan di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta mulai 26-29 April 2018 dengan diberikan pembekalan tentang strategi pembelajaran Bahasa Arab, mikro teaching dll.
Awal mula Peserta yang mendaftar, tercatat ada 35 Mahasiswa dari seluruh Universitas yang tergabung dalam naungan organisasi ITHLA. Alhasil, 19 Mahasiswa terpilih lolos seleksi berdasarkan prestasi, skill individu, dan rekam jejak selama menjadi mahasiswa.
Diantara peserta yang menjadi duta mengajar di Malaysia, ialah:
Hikmah Rahmasari (UIN Walisongo Semarang)
Siti Fatimah Azzahra (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Andini Wulandari (IAIN Palangkaraya)
Rafif Litsa Hanifah (UIN Syarif Hidayatullah Jakarta)
Saiyadatina Anzalia (IAIN Salatiga)
Apri Wardana R. (UIN Imam Bonjol Padang)
Qiya Khaira H. (UIN Sunan Gunung Djati Bandung)
Nisa Bela Nurussalma (UNNES Semarang)
Bella Noraviza (IAIN Ponorog)
Yuli Imawan (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Chalvia Farra Jihan (IAIN Salatiga)
Aldia Ismi A. (UIN Walisongo Semarang)
Intan Nur Septiani (UIN Syarif Hidatullah Jakarta)
Ahmad Nukhalim (Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo)
Wilda al-Aluf (STAI Sunan Pandanaran)
Muhammad Taufan (UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta)
Sholihan (IAIN Kediri)
Nurul Fadilah (UIN Sunan Ampel Surabaya)
Nimatun Najah (UIN Antasari Banjarmasin)
Kegiatan ini menjadi salah satu program unggulan yang digagas oleh para Mahasiswa prodi Bahasa Arab angkatan ke-2, dengan mengangkat tema “spirit nasyrul ilmi sebagai bentuk pengabdian kepada Tanah Air dan Bangsa serta negara-negara Asia Tenggara”. Oleh karena itu, yang menjadi peserta pada program ini tidak hanya sebagai Mahasiswa yang mewakili Universitasnya, melainkan mereka tercatat sebagai delegasi dari Indonesia untuk Malaysia.
Melalui program ini, Dewan Pembina: Fahmi Saefuddin, mengharapkan agar para peserta khidmat melaksanakan kegiatan selama dua minggu serta mampu memberikan yang terbaik, mengaharumkan nama Bangsa dan kelak menjadi modal utama sebagai tenaga pengajar yang handal, professional, bermental taraf internasional dan tentunya setia mengabdikan diri untuk Ilmu, Agama, dan Negara. (ERICK/KD)