Menanggapi Fadli Zon Soal Majalengka Menjadi Salah Satu Opsi Akan di Jadikan Ibu Kota Indonesia

Ditulis Oleh : Dr. H. Diding Bajuri, M.Si.
(Wakil Rektor I Universitas Majalengka)

MAJALENGKA, korandesa.id – Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon Sempat mengusulkan Dua opsi pilihan tempat untuk perpindahan Ibu Kota Negara Republik Indonesia yakni Jonggol Kabupaten Bogor  dan Kertajati Kabupaten Majalengka pada saat di acara Indonesia Lawyer Club (ILC) Pada Selasa Malam(20/08), Sehingga Saya merespon pernyataan Fadli Zon.

Sebagai sebuah pandangan saja,  saya pernah mendengar dari beberapa orang yang berpandangan prediktif futuristik dari pinisepuh Majalengka bahkan pernah diungkapkan oleh Dr. H. Sutrisno SE, M.Si. mantan Bupati Majalengka,

“Sudah ada Penerawangan Sesepuh Majalengka sejak dulu yang meramalkan bahwa Majalengka suatu saat akan mengalami perkembangan yang luar biasa termasuk disebut sebut akan menjadi pusat negeri,” Ucap Mantan Bupati Majalengka 2 Periode.

Menurut sumber lainnya, ada yang mengungkapkan bahwa Sriwijaya akan pindah ke tanah Pasundan.

Untuk lebih meyakinkan mengenai hal tersebut, dapat dikonfirmasi kepada para sesepuh Majalengka yang masih ada saat ini.

Fakta Kabupaten Majalengka saat ini, dengan hadirnya BIJB sudah mulai menjadi medan magnet yang memiliki pengaruh kuat sebagai poros yang dapat mengatur keseimbangan kemajuan serta menjadi media penghubung antar wilayah Jawa Barat bagian selatan dan utara serta bagian barat dan timur.

Majalengka,  dalam hal ini Kertajati menjadi suatu keniscayaan apabila menjadi opsi menjadi Ibu Kota yang menjadi Pusat Pemerintahan Negara Republik Indonesia menggantikan posisi Jakarta.

Setidaknya saya berpendapat berdasarkan pada beberapa faktor :
1. Topologi,  Kertajati termasuk daerah dataran rendah yang memiliki lahan yang cukup luas yang memiliki kecenderungan sangat kecil adanya resistensi bencana alam misal gunung berapi, banjir dan gempa sehingga sangat mungkin untuk dilakukan penataan sesuai protype Ibu Kota Negara.

2. Geografi,  Kertajati, Kabupaten Majalengka pada umumnya posisinya terletak di tengah Pulau Jawa yang sangat tepat menjadi katalisator dalam menjaga keseimbangan serta perkembangan dalam perspektif ipoleksosbud hankam di Pulau Jawa serta NKRI pada umumnya.

3. Aksesibilitas, Kertajati saat ini, dengan telah hadirnya BIJB sangat visibel serta aksesibel baik dari aksesibilitas darat, laut dan udara, telah BIJB akan terkoneksi dengan rel kereta api cepat Jkt-Bdg-Kjt, Pelabuhan laut Cirebon dan Patimban serta terkoneksi dengan dua jalur tol Cisumdawu dan Cipali.

4. Politik dan keamanan, Jawa Barat,  khususnya Kabupaten Majalengka memiliki kondisi yang mantap, sehingga dapat menunjang kondusifitas sebagai Ibu Kota Negara RI.

Dengan beberapa faktor tersebut,  saya kira sangat memungkinkan apabila Kertajati menjadi opsi Sebagai Ibu Kota Negara Indonesia.

(Rick)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.