Mengenang Wafat ‘Soe Hok Gie’ Sehari Sebelum Ulang Tahun-Nya

oleh -56 views
Foto diambil dari halaman Facebook ‘Soe Hok Gie’

Majalengka, korandesa.id – Soe Hok Gie adalah sosok pemuda kritis yang berani melawan kediktatoran saat era orde lama dan orde baru pada masa itu. Ia adalah Mahasiswa Fakultas Sastra UI Jurusan Sejarah.

Gie lahir di Jakarta 17 Desember 1942 dan wafat di gunung semeru tepat sehari sebelum ulang tahunnya 16 Desember 1969 saat berumur 26 tahun.

Gie Wafat dengan sahabat-Nya Idhan karena menghirup gas beracun saat di puncak gunung semeru.

Sebelum tidur dalam keabadian-Nya Gie sosok seorang yang sangat kritis sejak masih duduk di bangku sekolah, ia selalu paling vokal diantara teman-teman sebayanya.

“Guru yang tak tahan kritik boleh masuk keranjang sampah, Guru bukan dewa dan selalu benar, dan murid bukan kerbau,” Kata Gie suatu ketika.

Saat Mahasiswa Gie kerap aktif naik gunung bersama kawan-kawan-Nya di Sastra, Ia juga mempunyai peran saat didirikan-Nya Mapala UI.

Selain gemar naik gunung dan gemar membaca, Gie adalah penulis yang produktif dan penulis yang terbilang sangat kritis terhadap pemerintah, tulisan-tulisan Gie biasa dipublikasikan di koran-koran seperti kompas, Sinar Harapan, Harian Kami, Mahasiswa Indonesia, dan Indonesia Raya.

Kutipan-kutipannya masih melekat dengan para kalangan aktivis hingga saat ini yakni :

“Hanya ada 2 pilihan, menjadi apatis atau mengikuti arus. Tetapi aku memilih untuk jadi manusia merdeka” tulis Soe Hok Gie dalam buku Catatan Seorang Demonstran.

“Lebih baik diasingkan daripada menyerah pada kemunafikan.”

“Dunia itu seluas langkah kaki. Jelajahilah dan jangan pernah takut melangkah. Hanya dengan itu kita bisa mengerti kehidupan dan menyatu dengannya.”

Hingga sebelum wafat di puncak gunung semeru Gie pernah mengutip kata-kata seolah-olah cita-citanya untuk mati muda.

“Nasib terbaik adalah tidak dilahirkan, yang kedua dilahirkan tapi mati muda, dan yang tersial adalah umur tua. Rasa-rasanya memang begitu. Bahagialah mereka yang mati muda,” Kata Gie.

Tepat pada hari ini tanggal 16 Desember genap Ke-50 tahun wafat Gie, Semoga gie tenang di dalam keabadian-Nya dan semoga jiwa kritis Gie masih tertular kepada pemuda-pumuda saat ini.

(Rick)