Menteri Agama Fachrul Razi Resmikan Bandara Kertajati Jadi Embarkasi Haji 2020

Menteri Agama RI Fachrul Razi sedang menyerahkan SK Penetapan Embarkasi/Debarkasi Haji Kepada Wakil Gubernur Uu Ruzhanu Ulum

Majalengka,korandesa.id – Pemerintah Pusat memastikan keberangkatan haji asal Jawa Barat mulai Tahun 2020 dilakukan dari Bandara Kertajati, dengan embarkasi sementara  di Bekasi atau dua alternatif lainnya Cirebon dan Majalengka seperti yang pernah direncanakan tahun 2019 lalu.

Keputusan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Menteri Agama  RI No. 989 Tahun 2019, tentang Perubahan kedua atas Keputusan Menteri Agama  No. 124 Tagun 2016, tentang Penetapan Embarkasi dan Debarkasi Haji, yang ditetapkan 15 November 2019 dan ditandatangani Menteri Agama RI Fachrul Razi. Surat keputusan diserahkan Menteri Agama kepada Wakil Gubernur Jabar Uu Ruzhanu Ulum di BIJB Kertakjati, Selasa (7/1/2020).

Untuk kepastian inipun Pemerintah Arab Saudi pada akhir Januari akan melakukan verifikasi kesiapan BIJB pada akhir Januari ini.

Disampaikan Fachrul Razi, penetapan keberangkatan  calon haji dari BIJB ini melanjutkan keputusan sebelumnya yang sempat tertunda sekaligus merealisasikan keinginan Presiden RI yang menghendaki BIJB dioperasionalkan secara maksimal salah satunya dimanfaatkan untuk keberangkatan haji dan umroh asal Jawa Barat. Keberangkatan haji sendiri rencananya dimulai 26 Juni 2020 mendatang.

“BIJB lebih indah malah lebih indah dari cerita yang saya dapat. Pasilitasnya lengkap. Perjalanan dari Asrama Haji bekasi ke BIJB juga cukup singkat hanya 1. Jam 50 menit, kondisi jalannya bagus. Jadi ini dipastikan alan digunakan sebagai embarkadi dan debarkasi  tahun 2020, ini sudah siap jalanan bagus, Kerjajati segera bangkit dan maju,”  kata Menteri Agama.

Menurutnya Bandara Kertajati kini ditetapkan sebagai Embarkasi haji ke 13 di Indonesia.

Menteri Agamapun mengungkapkan Penerbangan dari Kertajati akan dijadikan sebagai proyek percontohan proses keberangkatan jemaah calon haji yang pemeriksaan keimigrasiannya dilakukan di pesawat, sehingga ketika jemaah calon haji datang ke bandara tidak lagi harus disibukan mengurus  keimigrasian, namun mereka tinggal datang kemudian beristirahat sebentar kemudian langsung naik pesawat.

Untuk asrama haji, Fachrul Razi mengatakan kemungkinan masih dilakukan di Bekasi, terkait asrama haji yang rencananya dibangun di Indramayu belum dibangun. Hanya tahun depan diharapkan sudah bisa berangkat dari Indramayu.

Keberangkatan haji dari Bandara Kertajati ini  menurutnya  untuk sementara ini berasal dari Jawa Barat terlebih dulu, sedangkan untuk umrah pemerintah masih memebaskan untuk memilih keberangkatan dari bandara lain.

“Untuk keberangkatan haji kemungkinan dimulai 26 Juni 2020 ini. Indonesia  kini mendapat tambahan quota hani sebesar 10.000 jemaah, sehingga jumlahnya menjadi 231.000 orang,” ungkapnya.

Sementara itu Wakil Gubernur Jawa Barat Uu Rizhanul Ulum mengungkpkan asrama haji sudah final diputuskan di Indramayu sebagai upaya pemerataan pembangunan di Jawa Barat serta keputusan Menteri Agama RI. Pembangunannya akan dimulai tahun ini dan diharapkan tahun depan sudah selesai sehingga tahun 2021  sudah bisa dioperasionalkan.

“Kapasitas asrama haji yang akan dibangun ini mampu menampung empat kloter. Kami pikir ini cukup untuk pemberangkatan haji,” kata Uu.

Diapun berharap BIJB tidak hanya dimanfaatkan untuk keberangkatan haji namun juga umrah. Untuk hal tersebut Pemerintah Provinsi telah melakukan koordinasi dengan seluruh Kepala Kementrian Agama di Jawa Barat agar menghimbau biro perjalanan umrah untuk berangkat dari Kertajati.

“Jumlah haji dan umrah dari Jabar ini paling banyak dibanding dari provinsi lain, jadi nanti pusat pemberangkatan haji dan umroh diharapkan bisa seluruhnya dari BIJB, kami sudah minta bantuan kemenag agar mengarahkan umroh dari BIJB,” kata Wagub.

Uu berharap untuk asrama haji bisa melanjutkan keputusan tahun lalu di Cirebon atau Majalengka.

Dirjen Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementrian Agama RI Nizar mengungkapkan pasilitas BIJB untuk keberangkatan haji telah memenuhi standar bahkan lebih baik dari bandara lain seperti Banjarmasin atau Padang. Dia menyebutkan jumlah calon haji asal Jabar kini mencapai 38.852 orang.

Sementara itu Eksekutif General Manajer Angkasa Pura Dua Kertajati Iboet Astono,  mengungkapkan pihaknya memastikan penerbangan dari Kertajati sudah benar-benar siap. Pada akhir Januari ini rencananya Pemerintah Arab Saudi akan memverifikasi kesiapan Bandara Kertajati.

“Kementrian Perhubungan Saudi Arabia akan melakukan perivikasi kesiapan BIJB, pengecekan ini dilakukan karena BIJB adalah bandara baru yang melaksanakan pemberangkatan haji. Kami bersama Kementrian Perhubungan akan sama-sama mempersiapkan apa yang disyaratkan Pemerintah Arab Saudi. Perivikasi ini menyangkut pemeriksaan kemanan, aspek keselamatan sisi  darat dan udara, cek in cokter, imigrasi, bea cukai, kesehatan dan lain-lain. Itu semua kami sudah diap.” Kata Iboet.

Kesiapan sesuai hasil evaluasi pada Selasa (31/12/2019)  pekan kemarin dengan semua pihak seperti Kementrian Perhubungan, Imigrasi, Kementrian Agama .

Rencananya keberangkatan haji dari BIJB jika terjadi penambahan jumlah quota akan mencapai sebanyak 105 kelompok terbang dari sebelumnya sebanyak 97 kloter, dalam sehari menurut Iboet bisa melakukan penerbangan tiga hingga empat kali penerbangan baik menuju Jedah atau Madinah.

Menyinggung soal devo bahan bakar, Iboet mengatakan devo Pertamina selesai dibangun pada Mei mendatang, sehingga nanti pengisian bahan bakar sudah bisa dilakukan melalui hidran, itu dialirkan lewat pipa bawah tanah yang dibangun dibelakang bandara dengan kapasitas 6.000.000 liter. Sedangkan kebutuhan satu pesawat menuju Jedah hanya 90.000 liter, jika sehari 4 penerbangan hanya dibutuhkan 360.000 liter.

“Dan itu setiap malam akan diisi kembali sehingga bahan bakar dipastikan akan aman.” ungkap Iboet. (KD02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.