Momentum Ramadhan PWI Majalengka Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

oleh -45 views

Majalengka, korandesa.id – Momentum datangnya bulan suci Ramadhan tahun ini Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Majalengka berbagi sedekah dengan menyantuni 50 anak yatim piatu yang di kemasan9 kegiatan Dialog Kebangsaan dan deklarasi damai pasca Pemilu 17 April kemarin. Kegiatan sendiri digelar di gedung KNPI Majalengka, Jum’at (24/5/2019).

Dalam kegiatan tersebut, dihadiri oleh Bupati dan wakil bupati Majalengka, Dandim 0617 Majalengka, Kapolres Majalengka, Danlanud Majalengka serta Wakil Ketua PWI Jawa Barat.

Dialog Kebangsaan yang diisi tiga orang pembicara yakni Dandim 0617, Kapolres Majalengka dan Pengamat politik Kabupaten Majalengka H Diding Badjuri dengan Mengambil tema “Merajut Kembali Persatuan Pasca Pemilu”.

Dalam dialog kebangsaan tersebut Kapolres Majalengka dan Dandim 0617 Mengingatkan Audien bahwa melalui pemilu ini, kita memilih pemimpin yang akan membawa bangsa Indonesia kedepan lebih baik. dan setelah selesai Pemilu saatnya kita merajut apa yang kemarin kita telah tinggalkan. Jelas kedua pemateri.

Sebelum dialog kebangsaan digelar dilangsungkan deklarasi bersama pasca Pemilu diantaranya mengajak kepada seluruh masyarakat Kabupaten Majalengka untuk siap menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Sementara itu, Kapolres Majalengka AKBP Mariyono nengajak semua elemen masyarakat untuk mengutamakan kepentingan nasional diatas kepentingan pribadi dan golongan. ” Kami bersama TNI siap menjaga kondusifitas majalengka pasca Pemilu. Kami menolak aksi aksi provokasi dari pihak tidak bertanggungjawab dan berharap ummat islam majalengka terus meningkatkan ukhuwah islamiyah dan melawan berita Hoax”, katanya penuh harap.

Dalam kesempatan yang sama ketua panitia Andi Azis Muhtarom ywng didampingi sekretaris panitia Inin Nastain mengatakan. “Dalam dialog kebangsaan ini kita mengundang tiga orang narasumber yakni Pak Kapolres, Pak Dandim dan Akademisi yang juga Pengamat politik Majalengka”, katanya.

Menurut dia, kegiatan yang digelarnya ini murni berkat gotong royong semua pihak dan tidak ada agenda politik didalamnya.”Dana yang kita peroleh itu berasal dari sumbangan masyarakat, yang sifatnya tidak mengikat. Seperti halnya untuk santunan puluhan anak yatim dan dhuafa senilai Rp 10 juta. Itu berasal dari uang pribadi Ketua PWI Jawa Barat yang akan menunaikan zakat harta,”katanya.

Hal senada diungkapkan Ketua PWI Kabupaten Majalengka Jejep Falahul Alam. Menurut dia, kegiatan ini dilatarbelakangi kepeduliaan dan keprihatinan melihat sebagian masyarakat Indonesia yang mulai terpecah
belah karena berbeda pandangan dalam menyikapi proses pemilu serentak 2019.

“Kendati hal ini tidak mudah, kita ingin membangun komunikasi dari hati ke hati untuk berupaya
membangun persamaan di atas perbedaan,”ujarnya.

Pihaknya juga meminta agar masyarakat dapat lebih bijaksana dan dewasa dalam menyikapi proses
politik yang terjadi.”Kalau ada ketidakpuasan hasil pemilu, seharusnya dapat disampaikan secara konstitusional melalui mekanisme yang sudah diatur di dalam Undang-undang,”kata ayah dari Azizan ini.

Konstitusi yang dimaksud, lanjut dia, jika terjadi pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu, maka bisa diadukan dan diproses oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP). Pelanggaran administrasi pemilu ditangani Bawaslu. Pelanggaran terhadap peraturan perundangan-undangan lainnya yang bukan pelanggaran pemilu, bukan sengketa pemilu dan bukan tindak pidana pemilu.

Terkait sengketa proses pemilu baik antara peserta pemilu dan peserta pemilu dengan KPU ditangani, diadili, dan diputuskan Bawaslu dan PTUN. Sedangkan sengketa hasil pemilu diproses Mahkamah Konstitusi (MK). Sedangkan untuk tindak pidana pemilu diproses Sentra Gakumdu yang di dalamnya terdiri dari Bawaslu, kepolisian dan kejaksaan. “Kami harapkan masyarakat bisa menggunakan lembaga-lembaga yang telah diberi kewenangan sesuai konstitusi yang berlaku,”papar Ketua PWI dua Periode. ( KD-02)