Mudik Sukses, PT. LMS Bersiap Antisipasi Arus Balik

Majalengka, korandesa.id – “Alhamdulillah Mudik sekarang sangat lancar, dari Jakarta sampai kesini kami tidak mebemukan kemacetan” , demikian dikatakan Haryono salah seorang pemudik asal Semarang di rest area 166.

Suksesnya mengantisipasi kemacetan di arus mudik 2019 ini merupakan prestasi luar biasa dari Pemerintah yang bekerja sama dengan instansi terkait. Kesuksesan pelayanan mudik terutama di jalan tol Trans jawa merupakan kerjasama yang baik antara PT LMS sebagai pengelola jalan tol dengan Polri dan lembaga yang lain.

Hal ini dirasakan para pemudik dan di akui berbagai pihak, dimana sepanjang jalur mudik lebaran kali ini lebih nyaman dibandingkan tahun tahun sebelumnya.

Menurut Haryono, mudik kali ini sangat jauh berbeda, baik dari segi kemacetan dan kenyamanan warga. Lebih rinci Haryono menyebut, secara menyeluruh sudah sangat baik sekalipun diakuinnya sepanjang tol Cipali masih kurang layaknya keberadaan rest area, sehingga terjadi kemacetan dan tidak tertampungnya kebdaraan yang mengakibatkan banyaknya para pemudik beristirahat di bahu jalan akibat kelelahan dan tidak tertampung di rest area.

Sementara itu, untuk antisipasi arus balik PT LMS melaluai GMO LMS Suyitno sudah menyiapkan khususnya di transaksi. ” kita akan memaksimalkan GT Palimanan dalam melayani pemudik, kita telah siapkan 38 gardu plus MR”, jelasnya.

” Kita harapkan dengan memaksimalkan 38 gardu dan MR tadi bisa melayani lalu lintas dari Jawa yang mau balik ke Jakarta”, harap Suyitno.

” Persiapan di Rest Area relatif lebih bagus karena pada saat pelaksanaan arus balik menggunakan One Way. kapasitas Rest Area A dan B bisa terpakai semuanya. Sehingga seluruh fasilitas yang ada seperti toilet, parkir, dan sebagainya bisa lebih banyak menampung pemudik yang yang akan menggunakan Rest Area.

Sesduai dengan rencana untuk puncak arus balik terjadi pada Minggu 9 Juni, namun, sesuai dengan apa yang telah disampaikan pemerintah berupa himbauan supaya jangan mengumpul di satu titik pada Minggu itu. Karenanya kami harapkan para pemudik bisa membagi waktu balik lebih awal, misalnya pada tanggal 7, 8, dan 9 juni”, jelas Suyitno (red/KD-01)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.