Nadya ! Migran Asal Majalengka Tewas Jatuh dari Lantai 13 Sebuah Apartement di Mesir

Jenazah Nadya Pratiwi tiba di rumah duka sekitar pukul 01.00 WIB pada Sabtu dini hari

Majalengka, korandesa.id – Satu lagi Pekerja Migran Indonesia ( PMI ) asal Kabupaten Majalengka, Jawa Barat meninggal dunia di Kairo Mesir. PMI yang diketahui bernama Nadya Pratiwi (27) asal blok Cambay RT. 09 RW. 03 desa Pakubeureum Kecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka diduga meninggal karena jatuh dari lantai 13 salah satu Apartemen di Kairo mesir.

Menurut Ibu kandungnya Dede Rohayati (49), Nadya berangkat keluar negeri melalui salah satu sponsor berinisial En asal desa setempat. Menurutnya, keberangkatan anaknya tersebut tanpa surat ijin apapun. Dede menuturkan Nadya berangkat pada tahun 2016.”Awalnya lancar dan sempat kirim uang selama lima bulan gaji, namun setelah 7 bulan di sana saya baru dapat kabar dari Nadya bahwa dia sering disiksa majikan, kerap kali dipukul dan dijambak rambutnya, mungkin saking tidak kuatnya sampai sampai dia minta dijemput pulang”, tuturnya.

Lebih jauh Dede mengatakan, setelah 7 bulan dari situ dirinya tak pernah mendapatkan kabar lagi tentang anaknya tersebut. Baru pada 5 Mei lalu ia mendapat kabar duka tentang Nadya yang telah meninggal dunia di Negeri para Nabi.

Dede Rohayati sedang memperlihatkan foto Nadya Pratiwi



Dede meminta agar pemerintah segera turun tangan dan menghukum Majikan anaknya dan sponsor yang telah memberangkatkannya, karena ia menduga kematian anaknya tersebut dianiyaya hingga terjatuh dari lantai 13. ” saya berharap pihak berwajib menghukum seberat beratnya yang telah menghilangkan nyawa anak saya termasuk sponsor yang memberangkatkannya”, pungkasnya.

Sementara itu konsultan hukum tenaga kerja dari Serikat Pekerja Migran Indonesia (SPMI) Sumarto mengatakan bahwa sekalipun jenazah sudah dipulangkan dari Kairo Mesir proses hukum itu tetap harus dijalankan dan menuntut pertanggung jawaban terhadap sindikat ( pelaku ) TPPO (Tindak Pidana Penjualan Orang) karena korban ini meninggal di negara Mesir yang merupakan negara terlarang untuk pengiriman pekerja migran indonesia.

Lebih jauh sumarto mewakili keluarga ahli waris almarhumah pekerja migran indonesia atas nama Nadya Pratiwi binti Suhendi oding mengucapkan banyak terimakasih kepada pihak instansi pemerintah dan pihak institusi baik di Indonesia maupun di perwakilan KBRI Kairo Mesir atas bantuan serta kordinasinya terkait yang telah membantu proses pemulangan jenazah almarhumah ke rumah duka. “Saya mohon kepada pihak perwakilan di Kairo untuk menuntut pertanggungjawaban secara hukum kepada majikan dan agensi yang telah menyalurkan, serta para perekrut lainnya sesuai dengan hukum yang berlaku,” katanya kepada wartawan. (KD-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.