[Opini] Covid-19, Dampak Sosisal dan Kepercayaan

oleh -15 views

Oleh: Maria Hidayanti, M. Pd

(Ketua Prodi Pendidikan Islam Anak Usia Dini Universitas Majalengka)

Majalengka, korandesa.id – Tidaklah mudah, melakukan sesuatu karena belum terbiasa dan semua dipaksa!! Stay at home adalah cara terbaik untuk memutus mata rantai virus covid 19 . Wabah mendunia ini, Pandemik Covid 19 sangat berpengaruh besar terhadap kehidupan sosial sehingga semua aktivitas baik bidang perdagangan dan pendidikan dilakukan secara online atau daring. Manfaat adanya internet kini semakin terasa, tidak sia-sia Manusia menemukan android dan internet semua telah alloh rencanakan untuk kebaikan umatnya. Kegiatan pembelajaran diliburkan dari minggu ke-minggu semakin diperpanjang semua dilakukan oleh pemerintah bentuk dari rasa sayang pemerintah kepada rakyatnya untuk memutus mata rantai tersebarnya Pandemik covid-19.  Narapidana dikeluarkan oleh pemerintah dengan alasan menghindari kerumunan masal, namun demikian napi yang dikeluarkan oleh pemerintah ada beberapa diantaranya berbuat keonaran dan kembali pada tabiatnya.  Pembatasan sosial berskala besar (PSBB) yang mulai diterapkan pada hari jum’at tanggal 10 April 2020 dengan tetap mengefektifkan membuka 8 (delapan) sektor yang disampaikan melalui media elektronik/cetak.

Kehidupan masyarakat Di Indonesia mayoritas menengah kebawah sehingga dalam hal ini banyak diantaranya yang mengalami kelaparan akibat pengangguran karena di PHK dari tempat kerjanya. Ya rab.. Jika memang Covid-19 ini adalah tentara yang kau kirim untuk memberantas kesombongan dimuka bumi ini maka segeralah selesaikan tugasnya, karena kami merasa tertekan dan lelah dengan situasi dan kondisi saat ini. Walaupun demikian banyak pula hikmah yang kami petik dari musibah ini, karena kami jua yakin bahwa Alloh jua punya rencana terindah untuk umatnya dibalik peristiwa ini.

Kegiatan apapun itu bentuknya dilakukan dirumah, jangan keluar rumah bila itu tidak terlalu penting. Bahkan  kegiatan pernikahan pun bila memang harus dilaksanakan maka tidak diperbolehkan lebih dari 10 orang untuk berkumpul bersama saudara. Kegiatan Ujian negara untuk tahun ini ditiadakan sementara anak-anak PAUD belajar dirumah dan untuk anak SD/MI tidak melakukan ujian, namun demikian semua diserahkan pada pemerintah kembali. Khususnya kegiatan ujian tengah semester di Universitas Majalengka dilakukan secara online melalui daring dikemas dalam sistem UNMAKU.

Ramadhan akan segera datang, semoga semua akan kembali normal sebagaimana yang kita harapkan. Walaupun demikian ketika kita diam dirumah untuk beribadah dan memohon guna kebaikan bersama semua atas izin dari Alloh swt.

من جلس في بيته في وقت وقوع الطاعون  فله أجر الشهيد وإن لم يمت..

Barang siapa yang tinggal di rumahnya ketika terjadi wabah, maka dia mendapatkan pahala syahid walaupun tidak meninggal dunia.

عَنْ عَائِشَةَ -رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا-، أَنَّهَا قَالَتْ : سَأَلْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنِ الطَّاعُونِ، فَأَخْبَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : ” أَنَّهُ كَانَ عَذَابًا يَبْعَثُهُ اللَّهُ عَلَى مَنْ يَشَاءُ، فَجَعَلَهُ رَحْمَةً لِلْمُؤْمِنِينَ، فَلَيْسَ مِنْ رَجُلٍ يَقَعُ الطَّاعُونُ، *فَيَمْكُثُ فِي بَيْتِهِ صَابِرًا مُحْتَسِبًا يَعْلَمُ أَنَّهُ لَا يُصِيبُهُ إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَهُ، إِلَّا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِ الشَّهِيدِ “.*

Dari Aisyah radhiallahu ‘anha, bahwasanya dia berkata: Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang wabah (tha’un), maka Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengabarkan kepadaku :

“Bahwasannya wabah (tha’un) itu adalah adzab yang Allah kirim kepada siapa yang Dia kehendaki, dan Allah jadikan sebagai rahmat bagi orang-orang beriman. Tidaklah seseorang yang ketika terjadi wabah (tha’un) dia tinggal di rumahnya, bersabar dan berharap pahala (di sisi Allah) dia yakin bahwasanya tidak akan menimpanya kecuali apa yang ditetapkan Allah untuknya, maka dia akan mendapatkan seperti pahala syahid”.

📚إسناده صحيح على شرط البخاري • أخرجه البخاري (٣٤٧٤)، والنسائي في «السنن الكبرى» (٧٥٢٧)، وأحمد (٢٦١٣٩) واللفظ له.

Sanadnya shahih sesuai dengan syarat Al-Bukhari.
Dikeluarkan oleh Al-Bukhari (3474), An-Nasa’i dalam As-Sunan Al-Kubra (7527), Ahmad (26139) dan lafadz ini adalah lafadz riwayat Ahmad.

📗🖌قال ابن حجر رحمه الله : “اقتضى منطوقه أن من اتصف بالصفات المذكورة يحصل له أجر الشهيد وإن لم يمت “.
📚[فتح الباري (194/10)]📚

Ibnu Hajar rahimahullah berkata: konsekuensi manthuq ( makna eksplisit) hadits ini adalah, orang yang memiliki sifat yang disebut pada hadits tersebut akan mendapatkan pahala syahid walaupun tidak meninggal dunia.(Fathul Bari: 10:194).Dialihbahasakan oleh: Fuad Hamzah Baraba

Tidak  semata-mata Alloh menurunkan wabah, bahwasanya kita harus yakin ada sejuta kebaikan yang dapat kita raih dari kejadian ini. Pandemik covid-19 meninggalkan pesan bahwa betapa nikmatnya diam dirumah bersama keluarga yang mana keseharian ini kita bisa dihitung oleh jari diam dirumah. Jangan lagi ada rasa angkuh, sombong, dan merasa besar dan serba bisa. Bukankah virus corona yang kecil dan tak tampak oleh mata itu telah mendidik kita, bahwa tidak ada yang mampu mencegah jika Covid-19 ingin datang dan mampir? Dan Covid-19 tidak mengenal status sosial miskin atau kaya, tua atau muda pembesar atau rakyat biasa, semua dihinggapi jika abai dan lalai.  Tetaplah dekatkan diri dengan alloh swt,,,, Sang maha pencipta.

17 thoughts on “[Opini] Covid-19, Dampak Sosisal dan Kepercayaan

Komentar ditutup.