PARA PENYEDIA TUDING ULP ADA PRAKTIK TIDAK SEHAT

Majalengka,-KD
Perdebatan tentang persyaratan SKA/SKT lebay ini sudah sedemikian panjangnya. Bahkan seringkali debat menjurus pada bibit permusuhan antara pokja dengan penyedia. Untuk itu kiranya penting untuk menghentikan praktik yang tidak sehat ini dengan memahami kondisi para pihak penyedia, keluh salah seorang pengusaha sekaligus ketua salah satu asosiasi jasa kontruksi yang minta jati dirinya dirahasiakan.

loading...

Sebagai contoh untuk paket usaha kecil, lanjut dia sejatinya hanya bisa dimenangkan oleh penyedia kualifikasi kecil, syarat personil inti-nya tidak boleh melebihi syarat minimal usaha kecil. Ini kalau benar-benar paketnya adalah paket usaha kecil seperti didefinisikan oleh pasal 100 ayat 3. Pasal ini menyebutkan bahwa nilai paket pekerjaan Pengadaan Barang/Pekerjaan Konstruksi/Jasa Lainnya sampai dengan Rp2.500.000.000,00 (dua miliar lima ratus juta rupiah), diperuntukan bagi Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil, kecuali untuk paket pekerjaan yang menuntut kompetensi teknis yang tidak dapat dipenuhi oleh Usaha Mikro dan Usaha Kecil serta koperasi kecil,

“Jadi secara gampangnya karena paket merupaka paket usaha kecil maka Usaha Kecil serta koperasi kecil tidak boleh dihalangi untuk bertanding memenangkan paket. Termasuk dihalangi dengan persyaratan personil inti yang jelas-jelas melebihi kemampuan usaha kecil seperti diatur Permenpu 8/2011,” paparnya.

Dia menambahkan, terkecuali jika metode evaluasi yang digunakan adalah metode sistem gugur ambang batas atau sistem nilai. Jika demikian maka mempersyaratkan personil inti melebihi ketentuan minimal usaha kecil tidak termasuk berlebihan. Karena yang memiliki 1 personil ber-SKT tidak serta merta gugur dan kalah sebelum bertanding, ujarnya.

Dia menjelaskan, Jika diantara penyedia yang menawar mempunyai lebih dari 1 personil inti ber SKT/SKA maka nilai teknisnya saja yang lebih baik dan berpeluang besar menang.
Namun demikian jika semua penyedia yang menawar memiliki syarat teknis yang setara maka semuanya mempunyai kesempatan yang sama untuk memenangkan paket., jelasnya.

Kepala ULP kabupaten Majalengka ketika hendak dikonfirmasi terkait hal tersebut ternyata tidak ada ditempat. Menurut salah seorang staff kepala ULP sedang keluar, “Ibu sedang keluar pak,” katanya. (Sal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read more:
Menteri Desa :Dana Desa Mampu Tuntaskan Desa Tertinggal

Anggota Komisi V DPR RI Evaluasi Kesipan Bandara Kertajati

Danramil Kertajati Berikan Pemahaman Wawasan Kebangsaan Kepada 137 Anggota Banser PAC Kertajati

Close