Pecahkan Rekor Muri, Bupati sebut Majalengka Kota kolang-kaling

oleh -38 views

Majalengka, korandesa.id – Majalengka merupakan salah satu kabupaten penghasil kolang Kaling terbesar di Jawabarat, Pada hari ini kreasi 350 olahan pangan bahan baku kolang Kaling di Majalengka berhasil catatkan rekor Museum Republik Indonesia (MURI) tepat pada hari pangan sedunia, Kegiatan berlangsung di Lapangan Gelanggang Generasi Muda (GGM) Jl KH. Abdul Halim Majalengka, Minggu (08/12/2019).

Segudang penghargaan telah banyak ditorehkan oleh Kabupaten Majalengka dalam beberapa waktu akhir-akhir ini, Hari ini menjadi moment bersejarah kembali bagi Kabupaten Majalengka bahwasanya kali ini Majalengka kembali mencatatkan prestasinya melalui penghargaan dari rekor Muri.

Majalengka berhasil mencatatkan rekor Muri lantaran menjadi sejarah pertama di dunia dengan mengolah satu jenis bahan baku yakni kolang-kaling menjadi 350 olahan berbagai varian.

“Mengolah kolang-kaling menjadi 350 berbagai varian rasa ini belum pernah terjadi baik di Indonesia ataupun di dunia,” Kata Triono manager Muri saat pemberian penghargaan di GGM.

Bupati Majalengka Dr. H. Karna Sobahi, M.MPd. saat diwawancarai oleh awak media dengan berhasilnya pecahkan rekor Kreasi 350 olahan pangan bahan baku kolang Kaling Majalengka mempunyai julukan baru.

“Sekarang majalengka mempunyai julukan baru yakni Majalengka kota kolang-kaling.” Ucapnya.

Sedana oleh Bupati Karna berhasilnya Majalengka dinobatkan sebagai pencacat rekor Muri, hal ini menjadi motivasi jajaran pemerintah daerah terutama OPD yang menjadi liding sektor.

“Tentu ini menjadi motivasi bagi pemerintah terutama OPD yang menjadi liding sektor untuk lebih mengembangkan pola-pola pengembangan inovasi tentu menjadi keinginan kita semua,” Ujar Bupati.

Bupati juga akan mengambil langkah kongkrit bagaimana caranya kolang-kaling ini tidak hanya ramai menjelang dan bulan Ramadhan saja tapi bisa dipasarkan ke berbagai toko.

“Saya akan mengambil langkah kongkrit dengan cara mengumpulkan petani-petani kolang-kaling di Majalengka agar kolang-kaling tidak hanya ramai saat menjelang dan bulan Ramadhan sajah tapi bisa di pasarkan ketoko-toko,” Pungkasnya.

(Rick)