Pedagang Kaki Lima dan Tukang Sewa Mainan Anak Menjerit Akibat Corona

Foto diambil sebelum wabah covid-19

Majalengka, korandesa.id – Sudah hampir dua bulan indonesia umumkan menjadi salah satu negara yang terdampak positif Corona, efek dari pandemi ini nampak sudah terasa bagi warga indonesia terutama bagi para pedagang kaki lima dan tukang sewa mainan anak-anak di Kabupaten Majalengka.

Mereka keluhkan lantaran pendapatan sehari-harinya semakin terhimpit akibat wabah covid-19, “Sekarang mau dagang aja sudah tidak boleh, ya saya juga menghormati aturan dari pemerintah, cuma saya harap pemerintah juga perhatikan nasib kami,” Ujar Hafid tukang sewa mainan anak-anak di pujasera, Jum’at(01/5).

Hafid juga keluhkan nasibnya ditengah ramadhan kali ini, “Biasanya setiap bulan puasa pendapatan lebih dari seperti hari-hari biasanya, sekarang mah boro-boro pendapatan 0% semenjak dilarang dagang mah, malah tabungan juga semakin habis buat kebutuhan sehari-hari,” Keluh Hafid.

Hafid harapkan pemerintah prioritaskan nasib para pedagang kali lima (PKL) ditengah pandemi covid-19, “Saya harap pemerintah perhatikan nasib kami (Para PKL) di tengah kondisi wabah virus ini, kami juga sangat mematuhi anjuran dari pemerintah untuk tidak dulu berdagang asalkan kebutuhan kami terpenuhi, ayolah kita kerjasama saling membantu,” Katanya.

Disamping itu Adi Karmuji, Ketua DPC. Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Kabupaten Majalengka juga menyikapi para PKL ditengah wabah covid-19, “Tentu dalam keadaan yang sangat miris ini pemerintah kabupaten Majalengka harus benar-benar memperhatikan kesejahteraan PKL,” Ujar Adi.

Bung Adi juga meminta pemerintah mendata para PKL yang terdampak di wilayah Kabupaten majalengka untuk diberikan bantuan.

“Pemerintah harus melakukan pendataan PKL yang terkena dampak covid-19, khususnya PKL yang berada di bunderan Munjul sampai ke pasar lama, pujasera dan sekitarnya, pemerintah juga harus memberikan bantuan kepada para PKL dengan tepat sasaran dan harus dipastikan bantuan tersebut sampai kepada PKL,” Tandas Adi.

Selain dari itu adi harap, pemerintah baiknya merangkul PKL agar bersama-sama mensosialisasikan kepada pembeli untuk meminimalisir penyebaran covid-19 dengan cara penjual dan pembeli wajib menggunakan masker serta menjaga jarak fisik agar aktivitas jual beli tetap berjalan dan pencegahan penyebaran virus dapat direalisasikan bersama-sama.

(Rick)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.