Peduli Ketahanan Pangan, Pertamina Gandeng Kelompok Tani Kembangkan Holtikultura & Hidroponik

oleh -5 views
Ketua KWT Wiwi Kustiwi didampingi
CDO Pertamina EP III Jatibarang
Isyfi saufy Nafilah, sedang memetik sayuran jenis terong terongan

MAJALENGKA, KORANDESA.ID – Dalam rangka memperkuat ketahanan pangan dimasyarakat khususnya wilayah utara Kabupaten Majalengka. PT Pertamina EP Asset III  Jatibarang Field bekerjasama dengan Kelompok Wanita tani dan kelompok PEP PEPELING GEMBOS (Pemuda Pecinta Pertanian dan Lingkungan Generasi Milenia Bongas Wetan) mencoba mengembangkan pertanian holtikulura dan budidaya tanaman hidroponik di wilayah utara Kabupaten Majalengka melalui program kemitraan pertanian yang bersumber dari  dana CSR ( Corvorate Social Responsibility.)

Menurut CDO Pertamina EP III Jatibarang Isyfi Saufy Nafilah, PT Pertamina tertarik untuk mengembangkan tanaman holtikultura dan budidaya tanaman hidroponik di wilayah Utara Majalengka karena melihat adanya potensi yang cukup mumpuni untuk pengembangan tanaman tersebut.” Kami melihat di wilayah utara ini khususnya desa Bongas Wetan memiliki potensi untuk mengembangkan jenis tanaman  holtikultura dan budidaya tanaman hidroponik. Bibit sayuran disini akan tumbuh subur seperti halnya tanaman padi dan semangka  yang biasa ditanam para petani di sini”, papar Isyfi pada wartawan, di kebun percontohan Kelompok Wanita Tani Desa Bongas Wetan Kecamatan Sumberjaya Kabupaten Majalengka, pada Jum’at (18/09/2020).

Isyfi menambahkan, program CSR Pertamina untuk pertanian ini sejalan dengan program pemerintah dalam memperkuat ketahanan pangan serta program PKK di desa Bongas Wetan, sehingga ibu ibu yang tergabung dalam kelompok wanita tani ini menyambut baik program CSR Pertamina tersebut.

” Program CSR Pertamina ini sejalan dengan harapan ibu ibu PKK yang tergabung dalam Kelompok Wanita Tani dan para pemuda pecinta pertanian di Desa Bongas Wetan yang memiliki cita cita menjadikan desa tangguh dan mandiri”, tambah Isyfi

Kelompok KWT sendiri dibentuk tahun 2018 dengan beranggotakan 15 orang dari ibu ibu PKK dan 4 diantaranya petani yang mendapat kucuran dana CSR sebesar 40 juta rupiah.

Masih menurut Isyfi, kelompok KWT awalnya sempat gagal panen, namun karena terus mau belajar dan PT Pertamina memberikan kuliah tani pada ibu ibu tersebut akhirnya KWT ini menuai hasil.

” Sampai hari ini sudah enam kali panen dari berbagai jenis tanaman holtikultura seperri labu madu, terong, cabe, tomat, kacang tanah dan komoditi lainnya di areal seluas 560 meter persegi”, jelasnya.

Sementara itu ditempat yang sama Ketua KWT Bongas wetan Wiwi Kustiwi mengatakan,  adanya program CSR Pertamina sangat membantu ibu ibu KWT dalam mengembangakan usaha pertanian khususnya tanaman holtikultura. ”  Sekarang ibu ibu KWT di desa kami sudah terbiasa menanam tanaman sayur sayuran dan bahkan sudah bisa memetik hasilnya, mereka sekarang bisa memenuhi kebutuhan pangan untuk keluarganya”, kata Wiwi

Wiwi juga menambahkan, kelompok yang dipimpinnya ini lebih memprioritaskan  menanam Labu madu, karena lebih menguntungkan, selain harganya yang lumayan mahal juga bisa tahan lama.

“Dipasaran harganya bisa mencapai Rp.20.000/kg”, jelas Wiwi.

Diakui Wiwi, Penghasilan KWT dari penjualan hasil panen sayuran mencapai Rp. 2.000.000/periode atau satukali tanam. Dan penghasilan tersebut digunakan untuk modal usaha dan kas kelompok.

Ridwan Salah satu pemuda anggota Kelompok PEP PEPELING GEMBOS Mitra PT. Pertamina sedang membersihkan tanaman hidroponiknya.

Selain kelompok KWT hal senada juga diungkapkan salah satu anggota PEP PEPELING GEMBOS Ridwan. Ia dan para pemuda pecinta pertanian di desa bongas wetan merasa terbantu dengan adanya program CSR dari pertamina tersebut. “Program CSR Pertamina ini sangat membantu kami dalam membudi dayakan tanaman hidroponik, kami bisa membuat media tempat tanaman hidroponik seperti kangkung dan pekcoy”, katanya.

” Selain diberikan modal sebesar 30 juta rupiah untuk membuat media tanaman hidroponik, kami juga di sediakan lahan milik pertamina untuk budi daya ikan lele dan tanam pohon jambu kristal “, jelasnya pula.

Tanaman yang ada di kebun milik Kelompok Wanita Tani maupun di PEP PEPELING GEMBOS desa bongas wetan ini semuanya menggunakan pupuk organik dan pestisida alami yang mereka buat sendiri menggunakan micro organisme lokal (MOL) dari tape dan nasi basi yang terbuang. ( Sep )