Pemilu 2019 hanya mendapat 11 laporan, Bawaslu: Pengawasan partisipatif di Majalengka Perlu di Tingkatkan

oleh -25 views

Majalengka, korandesa.id – Bawaslu Kabupaten Majalengka gelar Refleksi dan Evaluasi Pengawasan Partisipatif Pemilu bersama Mahasiswa di Kabupaten Majalengka Tahun 2019, Kegiatan berlangsung di Aula Koprasi Saluyu, Jln. Ahmad Yani No. 41, Majalengka.

Kali ini Bawaslu hadirkan perwakilan dari element Mahasiswa berbagai Universitas dan Berbagai Organisasi Kemahasiswaan di Kabupaten Majalengka, untuk memberi kritikan dan saran pada pelaksanaan pemilu 2019 kemarin. Senin(23/12).

Tujuan dari refleksi ini untuk memberi masukan kepada Bawaslu, diharapkan para Mahasiswa atau Aktivis Mahasiswa bisa memberikan bahan evaluasi atau rekomendasi kepada Bawaslu agar pelaksanaan pemilu mendatang lebih baik lagi.

Seperti yang diakui oleh Idah Wahidah, banyak hal yang perlu dievaluasi untuk pemilu 2019 kemarin, Dengan menghadirkannya mahasiswa diharapkan bisa memberikan solusi yang baik untuk pemilu berikutnya.

“Dengan hadirnya Mahasiswa, diharapkan mampu menggagas, mampu memberi masukan, mampu memberi strategi yang lebih baik untuk pengawasan pemilu kedepan di Kabupaten Majalengka,” Kata Koordinator Divisi Hukum dan Data Informasi Bawaslu Majalengka Idah Wahidah, S. Ag., M. Si.

Bawaslu juga mengajak para mahasiswa agar lebih berani untuk melapor terhadap pelanggaran pemilu, Karena temuan-temuan pada pemilu kemarin Bawaslu Majalengka hanya menangani 91 pelanggaran.

“91 pelanggaran ini sangat tidak berbanding lurus antara temuan dan laporan, ketika berbicara temuan hasil aktif jajaran pengawas itu ada 80 temuan dan laporan dari masyarakat hanya 11 laporan, ini artinya partisipatif dari masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran belum maksimal,” Jelas Idah.

Dengan hanya mendapatkan 11 Laporan dari Masyarakat selama pemilu, bawaslu harapkan partisipatif keberanian masyarakat untuk melapor lebih ditingkatkan.

“Pengawasan partisipatif di Majalengka masih perlu untuk ditingkatkan,” Pungkas Idah.

(Rick)