Penyebaran Covid 19 Di Majalengka Tak Kenal Kluster

oleh -371 views

Majalengka, korandesa.id.- Penyebaran virus Covid-19 yang terjadi di Kabupaten Majalengka kini tidak lagi mengenal klaster, namun seolah telah memiliki virus tersendiri secara lokal dan berdasarkan kontak erat yang tidak saling menyadari telah terpapar virus.

Kini, lonjakan angka konfirmasi positif Covid-19 yang terjadi setiap harinya tidak sebanding lagi  dengan jumlah kesembuhan.

Menurut keterangan Ketua Tim Reaksi Cepat Penanganan Tes Swab Dede Pranoto, berdasarkan hasil penelusuran yang dilakukan belakangan ini, banyak orang terkonfirmasi namun mereka tidak merasa telah bepergian jauh. Lain halnya ketika awal penyebaran Covid yang mudah di deteksi dan di telusuri.

“Sekarang sulit mendeteksi, tidak diketahui mereka berasal dari klaster mana, keluarga kah, hajatan kah atau lainnya seperti berkerumun dengan orang banyak baik di lokasi hajat atau acara-acara lainnya. Jadi sekarang penyebaran tidak mengenal klaster, sudah membentuk virus lokal,” ungkap Dede yang mengaku sudah melaporkan hal tersebut kepada pimpinanya sebagai upaya penanganan selanjutnya.

Sementara itu Kapolres Majalengka Ajun Komisaris Besar Bismo Teguh Prakoso, pada acara kunjungan Wakil Gubernur Jabar terus mengingatkan hadirin agar tetap menjaga jarak dan membetulkan masker yang dikenakannya agar menutup mulut dan hidung.

“Jaga-jarak, jaga jarak,” teriaknya.

Dia sendiri terus memisahkan diri dari kerumunan masa dan rela berpanas-panasan di abwah terik matahari di area kawasan bisnis yang akan di bangun di Desa Pakubeureum, Kecamatan Kertajati.

Sekda Majalengka Eman Suherman sempat berang kepada semua camat di Kabupaten Majalengka karena hampir semua camat belum juga menyediakan tempat isolasi di masing-masing wilayahnya, padahal sudah  lama pihaknya mengintruksikan penyediaan ruang isolasi tersebut.

“Tolong Camat, cari tempat untuk isolasi bagi warga, nanti di bayar, ajukan logistiknya nanti disediakan. Sudah kita lelahah, masyarakat susah diyakinkan, nanti malah tambah bahaya.” ungkap Sekda Majalengka Eman Suherman .

Menurutnya, tidak hanya masyarakat yang sulit diyakinkan kalau virus Covid itu nyata, dan menular dengan cepat dan mudah, namun banyak ASN juga ternyata sulit meyakinkan diri sendiri karena penyakit yang dianggap tidak terlihat kondisi fisiknya.

“Musuh kita seolah tidak nyata, kalau bicara TBC, bicara asma atau penyakit lain bisa yakin, obatnya juga tersedia, beda dengan Covid yang harus dimunculkana dalah keyakinan, kalau virus ada dan menular cepat lewat orang ke orang, orang ke benda. Cara mencegah lewat tiga hal 3  M. Untuk meyakinkan itu betapa susah dan berat, tapi jangan sampai camat lengah dan tidak respon,” ungkap Eman.

Dia menyebutkan bahwa WHO mengawasi betul penanganan Covid yang terjadi disetiap daerah, hingga perkembangan kasusnya apakah menunjukan penurunan, kenaikan atau stagnan. Jumlah angka yang di swabpun harus terus bertambah, tidak hanya hasil tracing terhadap mereka yang kontak yang harus menajdi prioritas, namun juga mereka yang sering bepergian ke luar kota atau banyak aktiftas.

Persoalan yang dihadapi menurut Eman demikian banyak, namun demikian jangan sampai aparat pemerintah bosan apalagi berhenti mengedukasi masyarakat untuk bersikap hati-hati dan mempedomani protokol kesehatan Covid.

“Tunjukan kesiapan kita untuk mengamankan masyarakat, kesiapan kita agar masyarakat terhindar dari virus. Cari rumah isolasi, jangan sampai kasus semakin meningkat sementara tempat penampungan untuk isolasi tidak tersedia, ini akan semakin berbahaya. Tunjukan bahwa kita peduli dan bertanggungjawab,” Sekda terus megulang perintah kepada semua camat. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *