Pernyataan Sikap Bupati Karna Dalam Kasus I-N-A Dapat Apresiasi Dari Tokoh Nasional Maruarar Sirait

Majalengka, korandesa.id – Pernyatan sikap dan langkah yang dilakukan Bupati Majalengka Dr. Karna Sobahi. M.M.Pd. Dalam kasus hukum yang menimpa anak keduanya mendapat apresiasi dari mantan anggota DPR Ri periode 2014 – 2019 Maruarar Sirait.

Bang Ara ( sapaan akrab Maruarar Sirait ) yang merupakan anggota legislator fraksi PDI Perjuangan dari daerah pemilihan Subang, Majalengka, Sumedang ( SMS) memuji pernyataan sikap bupati Karna dalam menghadapi persoalan hukum yang sedang menimpa keluarganya.


Dikutip dari laman www.galamedianews.com, minggu (17/11) Ara merasa prihatin terhadap kasus yang terjadi di majalengka, namun sekaligus kagum atas pernyataan bupati Karna yang menghormati dan menyerahkan proses tersebut ke penegak hukum. “Saya sebagai mantan anggota DPR RI mewakili dapil Majalengka-Subang-Sumedang, tentunya ikut prihatin melihat pristiwa ini. Namun saya kagum atas pernyataan bupati yang menghormati dan menyerahkan proses ini ke aparat kepolisiaan, meski anaknya sudah ditetapkan tersangka dan ditahan aparat kepolisiaan,” ujarnya saat dikonfirmasi via ponselnya, Minggu (17/11/2019).

Selain itu dirinya juga kagum atas adanya perdamaian yang digagas kedua belah pihak. Hal itu sesuai dengan pancasila ke-4, yakni intinya musyawarah mufakat untuk menyelesaikan persoalan.

“Intinya saya mengaperisiasai langkah bupati yang menghormati hukum, kepolisian yang bekerja secara profesional dan upaya perdamaian yang digagas kedua belah pihak,” tukasnya.

Mengenai pernyataan bupati Majalengka, setidaknya ini patut di contoh dan diteladani oleh para pejabat publik di Majalengka, atau pun di
Jawa Barat. “Ini contoh dan patut menjadi teladan bagi kita semua,” ujarnya.

Sementara itu, Putera Bupati Majalengka Irfan sampai berita ini diturunkan masih ditahan pihak Polres Majalengka setelah setelah sebelumnya pada jumat (15/11) dimitai keterangan dan dicecar sejumlah pertanyaan oleh penyidik Kepolisiaan. Irfan ditetapkan tersangka setelah terbukti melanggar hukum dan secara sah serta meyakinkan melanggar pasal 170 juncto undang-undang darurat pasal 1 ayat 1 tahun 1951 dengan ancaman hukuman 20 tahun penjara.

Penegasan itu disampaikan Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono kepada awak media saat menggelar konferensi pers di Mapolres setempat, Sabtu (16/11/2019). Menurutnya, Irfan saat ini statusnya ASN dan menjabat Kabag Ekonomi Pemkab Majalengka, ditetapkan tersangka setelah terjadi kasus penembakan terhadap Panji Pamungkasandi, seorang pengusaha.

Petugas juga mengumpulkan sejumlah barang bukti kejahatan, di antaranya sepucuk pistol berwarna hitam berkaliber 9 milimeter, enam butir peluru karet kaliber 9 milimeter berikut buku kepemilikannya, kartu izin penggunaan senjata dari kepolisian hingga 2020, dan hasil visum korban. ( Sep )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.