Polres Majalengka Gelar Konfrensi Pers Akhir Tahun 2018

Majalengka, korandesa.id – Menutup akhir tahun 2018 Polres Majalengka, merilis sejumlah kasus pelanggaran tindak pidana yang telah masuk dan ditangani dalam kurun satu tahun terakhir ini.

loading...

Kapolres yang didampingi Waka Polres Majalengka KOMPOL Hidayatullah,S.H.,S.I.K dan Kabag Ops Polres Majalengka KOMPOL M.Pardede,S.H, Kapolres Majalengka AKBP Mariyono secara rinci memaparkan Anev Kriminalitas dari bulan Januari s/d Desember 2018, menyangkut golongan kejahatan maupun Crime Total selama 2017 dan 2018.

Kapolres Majalengka, AKBP Mariyono mengatakan, tercatat tindak pidana yang terjadi selama 2018 memperlihatkan adanya penurunan. Yaitu, sebayak 12.37 persen atau 37 perkara. Dimana tahun 2017 sebanyak 299 perkara, sedangkan tahun 2018 sebanyak, 262 perkara.

“Namun dalam penyelesaiannya perkara tindak pidana pada tahun 2018, adanya penurunan dari 262 perkara hanya dapat diselesaikan 246 perkara atau 82.16 persen. Sedangkan pada tahun 2017 dari 299 perkara, dapat diselesaikan 196 perkara atau 74.81 persen,” kata kapolres, dalam siaran persnya, di Majalengka, Senin (31/12/2018).

Sementara itu, untuk kasus tindak pidana lainnya. Seperti kejahatan konvensional yang terjadi di wilayah hukum Polres Majalengka, Mariyono mencatat, untuk Pencurian Pemberatan (Curat) pada tahun 2018 turun 5.6 persen atau (3 perkara) dari 53 perkara di tahun 2017 menjadi 50 perkara pada tahun 2018.

Sedangkan, kata dia, untuk Pencurian Kekerasan (Curas) juga mengalami penurunan pada tahun 2018 ini, sebayak 73.7 persen. Dari 26 perkara tahun 2017 menjadi 7 perkara pada tahun 2018.

Sementara tindak Pidana Pencurian Bermotor (Curanmor) pada tahun 2018 juga sama mengalami penurunan. Yaitu untuk kendaraan roda dua turun sebayak 38.29 persen. Dari 47 perkara pada tahun 2017, menjadi 29 perkara tahun 2018.

Sedangkan, untuk pencurian kendaraan roda empat turun menjadi 10.52 persen, dari 19 perkara pada tahun 2017, menjadi 17 perkara di 2018.

“Kalau untuk di kasus penyalahgunaan narkotika di 2018, tidak ada kenaikan maupun penurunan. Yaitu, pada tahun 2017 dan 2018, hanya menangani sebayak 34 perkara,” ungkapnya.

Sementara untuk kasus lainnya, kapolres menyatakan, tindak pidana penipuan, penggelapan, pencurian biasa dan ilegal loging serta perjudian menjadi perhatian polisi. “Namun, intinya semua tindak pidana tersebut mengalami penurunan di tahun 2018 ini dibanding pada tahun 2017,” jelasnya.

Menurutnya, keberhasilan Polres Majalengka, menekan angka tindak pidana berkat kerjasama dengan masyarakat yang pro aktif ke kepolisian.

“Penurunan ini berkat kegiatan yang dilakukan polres dan polsek jajaran yang tidak henti-hentinya melakukan patroli mulai dari pagi hingga malam hari dan juga melakukan langkah preemtif dan preventif,” paparnya.

Ke depan, tambah kapolres, kepolisian akan terus melakukan sinergisitas dengan masyarakat dan instansi terkait untuk menekan angka kejahatan dan tindak pidana.

“Kami menghimbau kepada masyarakat agar terus berperan aktif membantu tugas Polri, khususnya Polres Majalengka dalam bentuk informasi setiap gangguan Kamtibmas dan senantiasa mewaspadai ancaman aksi teroris,” himbaunya.

“Tak hanya itu, kami juga berharap untuk mengaktifkan kembali Siskamling sebagai langkah prefentif terjadinya gangguan Kamtibmas,” tutupnya.
(Erick KD)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read more:
Tenggak Miras Oplosan, Tiga Pemuda Asal Majalengka Tewas

Mahasiswa Indonesia menjadi Duta mengajar Bahasa Arab di Malaysia

Kapolda Jabar Tinjau Kesiapan Pengamanan Asian Games XIII 2018 Di Kabupaten Majalengka

Close