PT. Jaswita Jabar Bangun Hotel Bintang III+ Di Kawasan komersial BIJB

oleh -29 views

Majalengka,KD –
Dengan segera dibukanya Bandara Kertajati pada 24 mei mendatang, banyak perusahaan yang berinvestasi di area komersial BIBJ. Salah satunya yaitu PT. Jaswita Jabar yang akan membangun sebuah hotel bertarap bintang III + dengan kapasitas 175 kamar.
Dirut PT. Jaswita Jabar Dikdik Isnandar,mengatakan perusahaannya akan bekerjasama dengan PT. BIJB Untuk pendirian hotel didalam kawasan komersial bandara Kertajati. ” Kami bekerjasama dengan BIJB dengan sistem BOT ( shering keuntungan ) dan setelah 30 tahun hotel ini akan diserahkan ke BIJB” Katanya saat peletakan batu pertama pembangunan hotel Kertajati Internasional Airport, rabu ( 09/05/2018).
Menurutnya, hotel tersebut dibangun diatas lahan seluas 9000 m2 milik PT. BIJB tak jauh dari terminal utama. Dan pembangunannya sendiri direncanakan dilakukan secapatnya karena hotel ditargetkan selesai selama satu tahun setengah. Hal ini untuk mengejar kebutuhan bagi kru pesawat dan para penumpang bandara Kertajati yang estimasinya mencapai 2 juta penumpang per tahun,” ungkap Dikdik seraya berharap dirinya bisa mengemban amanat untuk memajukan perusahaan tersebut.
Dikdik oftimis hotel yang dibangunnya sangat prosfektif dan diperkirakan 7 hingga 8 tahun sudah bisa kembali modal, setelah itu baru keuntungan akan diperoleh perusahaan. Sikap otimisme ini melihat potensi jumlah penumpang yang akan menggunakan Bandara Kertajati.
Pembangunan hotel ini menurutnya untuk menjawab tantangan dari anggota DPRD Jawa Barat terutama Komisi III. selama ini perusahaan yang kami kelola biasanya hanyamenyewakan aset tapi kini dibuktikan bisa melakukan kerjasama.
“Latar belakang kami menggarap hotel ini selain untuk membuktikan kemampuan kami untuk berbisni di bidang lain, juga melihat potensi jumlah penumpang yang katanya akan ada 2 juta penumpang yang melakukan transportasi udara di BIJB, dengan melihat potensi yang demikian banyak setidaknya 500 penumpang saja yang ngenginap di hotel, itu suah bisa menghidupi hotel. Itulah kita buat bangun pariwisata hotel,” ungkapnya.
Menyiggung soal tenaga kerja Dikdik memprediksi dengan kapasitas 175 kamar tidur diprediksi akan mampu menyerap sekitar 140 tenaga kerja. Yang diharapkan para tenaga kerja bisa direkrut dari warga sekitar Bandara atau dari Kabupaten Majalengka.
Sementara itu Direktur Keuangan PT BIJB M Singgih yang hadir pada acara peletakan batu pertama mengungkapkan, pembangunan hotel tersebut adalah salah satu sektor yang digarap dari pendapatan bandara. Karena ada dua pendapatan dari pengelolaan bandara yakni aero dan non aero. Hotel adalah salah satu pendapatan non aero seperti halnya pengadaan bahan bakar, cargo dan lain-lainnya.

“Penunjukan PT Jaswita Jabar yang membangun hotel tersebut, setelah PT BIJB melakukan seleksi terhadap sejumlah perusahaan perhotelan lainnya. Perusahaan ini kami nilai cukup baik dan memiliki pengalaman yang mumpuni,” ungkap M Singgih.

Kedepan menurutnya bakal dibangun 3 bandara di kawasan komersial BIJB ini, ketiga hotel tersebut stara bintang II, III dan IV.

Sementara itu wakil Ketua Komisi III DPRD Jabar H. Surahman yang hadir mewakili DPRD Jawa Barat, menyambut baik pembangunan hotel tersebut dengan harapan keberadaan bandara dan hotel akan semakin mengungkit perekonomian masyarakat di Kabupaten Majalengka.

“Hanya kami berharap selain bisa mengungkit ekonomi secara makro, juga masyarakat kami bisa diberdayakan. Aplah artinya ada hotel dan bandara kalau masyarakat kami tidak diberdayakan. Namun tentu itu juga harus diimbangi dengan SDM masyarakat sendiri agar bisa dirteima di pasar kerja,” ungkap Surahman.

Surahman juga berjanji kedepan akan terus memperhatikan BUMD milik Pemprov Jabar setelah perushaan-perusahaan ini berkembang, dan membutuhkan tambahan penyertaan modal dari APBD. Jelas Surahman mengakhiri perbincangannya. ( AS )