PULUHAN HEKTAR TANAMAN BAWANG MERAH DI MAJALENGKA DITINGGAL PEMILIKNYA

Majalengka, KD – Puluhan hektar tanaman bawang merah di Desa Pakubeureum dan blok Jagawana desa palasahKecamatan Kertajati Kabupaten Majalengka ditinggalkan Pemiliknya setelah diserang ulat grapyak.

loading...

Akibat dari serangan ulat tersebut salah satu petani bawang asal brebes harus mengalami kerugian ratusan juta karena tanaman bawangnya terpaksa harus dipanen dini.

“Dalam sepuluh hari terakhir ini tanaman bawang merah kami diserang ulat grapyak atau yang lebih dikenal dengan nama ulat setan, padahal umur tanaman bawang merah tersebut baru 60 hari, belum saat nya dipanen. Tapi kami terpaksa memanennya untuk antisipasi kerugian yang lebih besar” aku H. Soleh.

Hal serupa juga dialami Sukri dan H. Ayudin yang terpaksa harus pulang meninggalkan hektaran tanaman bawang merahnya yang rusak dan mati akibat serangan ulat tersebut.

Salah satu petani bawang merah asal desa Pakubeureum Otong Rustam menuturkan, dalam beberapa minggu ini tanaman bawang di blok tala cucuk dan jagawana diserang ulat setan. Hama tersebut memakan daun tanaman bawang yang baru berumur satu sampai dua minggu.

“Berbagai upaya sudah dilakukan para petani untuk mengusir hama tersebut, namun sangat susah. Akhirnya daripada mengalami kerugian yang lebih besar mereka meninggalkan lahan pertaniannya dengan begitu saja”. Jelas Otong. (KD -02 )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Read more:
Otoritas BIJB Akan Segera Tutup Area Bandara dari Aktivitas Umum

Hasil Pleno KPU Majalengka Karna Tarsono Menang Pilkada Majalengka

Bupati Sutrisno Mundur Dari Jabatan Ketua DPC PDI Perjuangan

Close