KORAN DESA

Inspiratif & Komunikatif

Puluhan Mahasiswa HMI Majalengka Ontrog Kantor Dinas Lingkungan Hidup

Majalengka, korandesa.id – Puluhan Aktivis Mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Himpunan Mahasiswa Majalengka Indonesia (HIMMAKA Indonesia) yang tergabung dalam Forum Pemuda Peduli Kabupaten Majalengka, gelar aksi di depan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Jum’at(3/05/2019).

Dalam aksi yang berlangsung sejak puku 08.30 WIB, itu Mahasiswa menyampaikan 15 tuntutan aksi, diantaranya.

1. Pejabat tinggi di LH diminta untuk memahami kinerja dalam sebuah instansi.

2. DLH harus segera melaksanakan dan menyelesaikan pembebasan lahan agar relokasi sampah diwilayah – wilayah yang terkena buang sampah sembarangan tidak terulang kembali.
3. Sikap pejabat DLH harus memahami dan mengetahui etika profesi kelembagaan sehingga bisa melahirkan reformasi birokrasi dalam kelembagaan lingkungan hidup.
4. Pemerintah daerah seharusnya mengatur dan berkoordinasi dalam setiap kinerja aparatur pejabat dinas yang dalam hal ini,akan menimbulkan profesionalisme dalam mengabdi pada masyarakat.
5. DLH sepatutnya harus mengabdi kemasyarakat. Bukan melarikan diri dari masalah tanpa adanya problem solvin,khususnya bidang sampah DLH yang harus memperhatikan hal itu.
6. Dinas lingkungan Hidup proaktif dan bertanggung jawab dalam menyelesaikan persoalan sampah di kabupaten Majalengka.
7. Evaluasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Majalengka,terhadap sikap mereka yang tidak inisiatif untuk menyelesaikan permasalahan sampah di Majalengka.
8. Penjelasan regulasi tentang system persampahaan di Majalengka sesuai aturan yang ada. Tutup tempat tempat pembuangan sampah yang tidak sesuai aturan.
9. Pembebasan lahan untuk tempat pembuangan akhir (TPA) di Desa Rawa sesuai RTRW.
10. Pembebasan tanah untuk tempat pembuangan sampah sementara, atau memanfaatkan tanah bengkok kuhusus pedesaan.
11. Pembersihan gundukan sampah timbulan.
12. Pengawasan kepada pihak kecamatan dan desa dalam pengeloaan sampah.
13. Meminta kepada Bupati selaku Pemerintah Daerah untuk mengevalusasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup.
14. Memperbanyak alat transportasi angkut sampah untuk mempercepat pengangkutan sampah supaya tidak menggungnung yang mengakibatkan tumpukan sampah.
15. Pemerintah Daerah / Bupati memberikan intruksi kepada seluruh kepala desa dan lurah untuk membuat dan mengelola tempat pembuangan sampah sementara.

Setelah menyampaikan tuntutannya di Kantor Dinas Lingkungan Hidup Mahasiswa bergerak menuju pendopo dan menyampaikan aspirasinya.

Masa aksi pun berorasi di depan gedung Pendopo Kabupaten Majalengka dan menuntut agar mengevaluasi kinerja Dinas Lingkungan Hidup.

Setelah pihak Pemerintahan Kabupaten Majalengka bernegosiasi dan menampung aspirasi-aspirasi dari masa aksi, sampai akhirnya masa aksi membubarkan diri untuk realisasinya masih di tunggu oleh masa aksi dari 1 minggu sampai 2 minggu dan berharap secepatnya diatasi terkait permasalahan-permasalahan sampah di Kabupaten Majalengka.

(Erick KD)

Tinggalkan Balasan