Putra Bupati Majalengka Divonis Satu Bulan 15 Hari, Lebih Ringan Dari Tuntutan Jaksa

Majalengka, korandesa.id – Irfan Nur Alam ( INA ) putra sang bupati Majalengka, divonis bersalah oleh majlis hakim Pengadilan Negeri Majalengka karena kealfaannya dianggap melanggar pasal 360 ayat 2 KUHPidana dengan dijatuhi hukuman kurungan satu bulan 15 hari serta dicabut ijin kepemilikan senjatanya pada persidangan yang digelar senin ( 30/12) di Pengadilan Negeri Kabupaten Majalengka.

Mendngar putusan hakim yang dibacakan hakim ketua Eti Koerniati, S.H., M.H. tersebut, sontak keluarga dan pengunjung yang hadir dalam persidangan bersorak bahagia dengan mengucap takbir.

Dalam persidangan ditemukan fakta -fakta hukum yang selama ini tidak terungkap utuh di pemberitaan, bahwasanya Irfan Nur Alam (INA) di Dakwa dengan Pasal 170 Ayat (1) KUHP dan Pasal 360 Ayat (2) KUHP bukan Undang – Undang Darurat Nomor 12 Tahun 1951, mengingat senjata api dengan peluru karet dengan peruntukan bela diri yang dimiliki oleh INA diperoleh secara legal dan ijin kepemilikannya masih berlaku, maka dalam dakwaan Jaksa Pasal terkait Undang – undang darurat tidak ada dalam surat dakwaan.

Dalam putusannya Hakim Pengadilan Negeri Majalengka yang diketuai oleh Eti Koerniati., SH.MH yang didampingi Hakim Anggota Kopsah., SH.MH dan Didik Haryadi.,SH,MH, di bacakan bahwa Sdr. Irfan Nur Alam tidak terbukti melakukan pengkroyokan sebagaimana ketentuan Pasal 170 Ayat (1) KUHPidana, dan terhadap dakwaan alternatif Sdr. Irfan dianggap terbukti melakukan kelalaian atau “culpa” sebagaimana diatur dalam Pasal 360 Ayat (2) sehingga hakim dengan keyakinannya memutus dengan hukuman 1 (satu) bulan dan lima belas hari hukuman dengan dipotong masa tahanan.

Menurut Kopsah, SH., MH. Kepada wartawan mengatakan Putusan tersebut sudah berdasarkan fakta fakta dipersidangan yang diperoleh dari keterangan saksi, keterangan ahli, surat, keterangan terdakwa dan petunjuk hal hal yang bisa meringankan dari putusan tersebut.” Yabg meringankan terdakwa dari putusan tersebut berdasarkan fakta fakta dipersidangan yang diperoleh dari keterangan saksi, keterangan ahli,surat dan hal hal yang meringankan dari terdakwa, dan untuk kepemilikan senjata majlis hakim sependapat dengan tuntutan jaksa bahwasannya perijinannya dicabut, dalam hal ini terdakwa tidak mempunyai kewenangan lagi untuk menguasai senjata tersebut dan barang buktinya dirampas dandimusnahkan agar tidak bisa digunakan lagi”, jelas Kopsah.

Sementara itu Kuasa Hukum INA DR. Kristiawanto, SH., MH. Mengatakan bahwa dalam fakta persidangan kliennya tidak pernah menyuruh atau ikut melakukan pengroyokan. ” yang melakukan pemukulan kepada Panji Pamungka sandi adalah Udin dan Soleh, serta perbuatan dimaksud atas inisiatif pribadi tanpa adanya perintah dari siapapun, hal itu terungkap dalam persidangan, maka dari itu dugaan Pasal 170 Ayat (1) tidak terbukti, bahkan Klien Kami tidak tahu kalau Udin dan Soleh melakukan pemukulan”, Ujar Kris.

“Dalam putusan Majelis Hakim meyakini klien kami melakukan kelalaian atau “culpa” sebagaimana diatur dalam Pasal 360 Ayat (2) sehingga hakim dengan keyakinannya memutus dengan hukuman 1 (satu) bulan dan lima belas hari hukuman dengan dipotong masa tahanan”, jelasnya.

Menurut Kris harusnya hakim memutus bebas terhadap kliennya (vrijspraak) sebagaimana diatur dalam Pasal 191 Ayat (1) KUHAP, atau setidak-tidaknya melepaskan dari segala dakwaan dan tuntutan hukum (ontslag van rechtsvervolging), karena dalam fakta persidangan semua pasal yang disangkakan semuanya tidak terbukti. “hukuman ini kami anggap masih memberatkan klien kami, namun mengingat proses dan tahapan semua sudah dilalui, kita hormati Keputusan Hakim yang sudah dibacakan tersebut” tegas Dr. Kristiawanto, MH.

Sebagai Kuasa Hukum Kristiawanto meminta kepada semua pihak untuk menghormati putusan hakim yang sudah dibacakan, mengingat semua tahapan dalam sistem peradilan pidana sudah dilalui tanpa ada satupun yang terlewatkan. “jika kita lihat secara dekat memang itulah fakta – fakta yang terjadi dalam persidangan, semuanya terungkap dan tidak ada itu yang namanya “utang – piutang, penodongan pistol, perkelahian/ pengroyokan” sebagaimana pemberitaan yang Viral selama ini, justru klien kami niatnya membantu dan atau menolong adanya keributan, namun ibarat pepatah “untung tidak dapat diraih dan malang tidak dapat ditolak“, kemudian klien kami tidak bisa menghindar dari pemberitaan selama ini, namun belum memberikan penjelasan meskipun tidak sesuai dengan fakta – fakta dipersidangan, karena penegakan hukum tidak etis dilakukan di media yang tepat ya dipersidangan”, pungkas Kris.(KD-02

68 tanggapan untuk “Putra Bupati Majalengka Divonis Satu Bulan 15 Hari, Lebih Ringan Dari Tuntutan Jaksa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.