PWI dan STKIP Yasika Gagas Kaukus Peduli Pendidikan

Majalengka, korandesa.id – Siang tadi Jum’at (25/01) tiba tiba saja kantor PWI Kabupaten Majalengka kedatangan tamu terhormat
Ketua Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Yasika Majalengka Arip Amin. Dari kunjungan tersebut banyak hal penting yang didiskusikan bersama untuk membangun majalengka kedepan, salah satunya dengan menggagas kaukus wartawan dan pengusaha peduli pendidikan.

loading...

Menurut Arip, dewasa ini banyak persoalan pendidikan yang membentuhkan sentuhan lembut untuk mengatasi beragam persoalan didunia pendidikan. “Dari data penelitiaan yang kami miliki, ternyata minat warga Majalengka mensekolahkan anaknya ke perguruan tinggi sangat rendah, dengan alasah lebih memilih fokus bekerja,” ujar Arip

Jika kondisi itu dibiarkan, lanjut mantan aktivis PKBI Cirebon ini, akan berdampak pada pengurangan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas bagi generasi masa depan masyarakat Majalengka. Terlebih Kabupaten Majalengka sendiri tengah mengalami berbagai kemajuan baik pembangunan infrastruktur, banyaknya industri, beroperasi Bandara Internasional Jawa Barat (BIJB) dan pembangun fisik lainnya.”Tapi meski rendah, ternyata ada fenomena menarik dari penelitiaan kami, yaitu masyarakat Majalengka akan kuliah ke perguruan tinggi jika ada kampus di Majalengka yang memiliki kualitas yang lebih baik.Dan tidak akan pergi ke luar Majalengka,”ucapnya.

Persoalan menarik inilah, kata dia, diperlukan peran kerjasama semua pihak, guna memberikan pencerahan kepada masyarakat akan pentingnya mengenyam pendidikan di bangku kuliah.”Disinilah peran media yang sangat strategis, untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat agar mereka tergugah untuk melanjutkan sekolah anaknya setelah tamat di bangku SMA,” jelasnya pula

Disamping itu, kata dia, masalah lainnya minimnya anggaran pendidikan tentunya ini bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, tapi harus ada peran lain di antaranya pengusaha peduli pendidikan. Sebab jika mengandalkan anggaran pemerintah daerah tentunya sangat terbatas.”Bayangkan kalau menurut UU itu anggaran pendidikan harus 20 persen.Tapi faktanya karena minimnya anggaran hanya bisa direalisasikan 14 persen.Ada kekosongan 6 persen yang tentunya harus diisi oleh pengusaha atau perusahaan yang memiliki kepeduliaan terhadap kemajuan dunia pendidikan. Seperti contohnya jika ada sekolah rusak, bisa dibangun dari pengusaha tersebut,” jelas nya.

Selain itu, kata pengurus Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) ini, dalam meningkatkan mutu SDM bagi para guru, terutama dalam pelatihan peningkatan kompetensi sangat rendah.Sehingga diperlukan sokongan dana yang besar untuk menutupi kekurangan tersebut.”Mungkin karena ketersediaan anggaran yang minim dan kurangnya perhatian membuat anggaran untuk ini sangat terbatas.

Dia berharap dengan terbentuknya kaukus wartawan ini, wartawan mampu menjawab semua tantangan dan meminimilisir persoalan pendidikan yang terjadi dewasa ini. “Saya harap media dalam memberitakan pendidikan tidak harus bad news is good news, tapi harus good news is good news.Dengan begitu akan memberikan nilai dan dampak yang sangat positif,”tukasnya.

Ketua PWI Kabupaten Majalengka Jejep Falahul Alam menyambut baik gagasan tersebut, sebab saat ini kinerja wartawan di Majalengka tidak ada yang fokus dalam
menyikapi setiap persoalan.Tapi dengan terbentuknya kaukus ini diharapkan dapat memberikan solusi cerdas serta memberikan kontribusi pemikiran terhadap pemerintah selaku pemangku kebijakan.”Tentunya kita akan mendukung setiap langkah apapun,terlebih untuk kemaslahatandan kebaikan masyarakat sesuai dengan tufoksinya kita sebagai media.Kita berharap pembentukan ini dapat direspon positif oleh lembaga terkait lainnya,”paparnya. (KD-02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Kategori

Read more:
Ikatan Remaja Mushola Al-Hidayah Menggelar Takbir Keliling dan Pawai Obor

Komunitas Rumah Singgah Satwa Majalengka Serahkan Elang Brontok ke BBKSDA Jabar

Ini Imbauan Kapolres Majalengka kepada Para Pemudik Lebaran

Close