Ridwan Kamil: Memakai Masker Setara Dengan Lockdown

Gubernur Jawa Barat bersama Bupati Majalengka

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, mengatakan memakai masker lebih efektif dalam penurunan epidemiologis dan roda perekonomian masyarakat tetap berjalan.

Majalengka, korandesa.id – Menurut Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, hasil kajian dari Goldman Sachs bahwa memakai masker itu setara dengan Lockdown dalam penurunan epidemiologis.

Menurut suami Atalia Praratya ini, perbedaan antara lockdown dengan menggunakan masker, dinilai lebih efektif menggunakan masker karena dengan melakukan hal itu roda perekonomian masyarakat tetap berjalan.

“Kalau lockdown ada korban ekonomi, kalau pakai masker enggak bakal ada korban ekonomi, jadi mari, kalau ekonomi ini tidak mau terganggu, itu tidak perlu PSBB-PSBB lagi, cukup pakai masker,” Ucap Kang Emil sapaan akrab Gubernur Jabar tersebut, Rabu(22/7).

Pada kesempatan itu juga Ridwan Kamil mengatakan jika di lapangan hasil surveinya masyarakat tidak disiplin atau hanya 5% maka pemerintah Provinsi akan melaksanakan tahap tiga (sanksi denda bagi pelanggar tidak menggunakan masker).

“Kita tidak tiba-tiba langsung melakukan denda, edukasi di bulan Maret-April, Mei-Juni teguran pakai surat tilang, sekarang masuk bulan juli karena masih tersurvei hanya setengah ya kita tegakan aturan,” Kata Ridwan Kamil kepada awak media.

Masih dikatakan Emil, penegakan aturan sanksi denda ini tujuannya bukan untuk mencari uang, menurutnya itu adalah bagian dari instrumen kedisiplinan.

“Kalau tidak mau di sanksi ya pakai masker, dan petugas juga ada pilihan mendenda atau kerja sosial,” Papar Gubernur.

Penerapan aturan sanksi bagi yang tidak menggunakan masker akan dilaksanakan pada tangga 27 Juli 2020 mendatang.

Menurutnya selama vaksin dan obat belum ada cara Pemerintah Provinsi Jawa Barat melindungi masyarakat dengan cara mencegah atau mendisiplinkan masyarakat.

“Cara kita melindungi yaitu 3M, Memakai Masker, Menjaga Jarak dan Mencuci Tangan,” Ujarnya.

Namun dalam aturan ini masih ada toleransi bagi orang yang sedang pidato, sedang makan dan olahraga yang butuh asupan oksigen tinggi.

Dalam penindakan aturan ini kang emil menunjuk Satpol-PP sebagai eksekutor penegak disiplinnya dan akan dibantu oleh TNI-Polri.

“Jadi kalau cukup sama Satpol-PP ya cukup, kalau kurang nanti dibantu sama Polisi dab TNI,” Tandanya.

(Rick)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.