Sempat Dikatakan Hoax, Pasutri Asal Majalengka Positif Terpapar Covid 19

Majalengka, korandesa.id, – Pasangan suami sitri asal Kecamatan Lemahsugih, Kabupaten Majalengka dinyatakan positif menderita corona, setelah mereka menjalani tes swab, mereka kini menjalani perawatan di RS Cideres.

Informasi positif tersebut sebetulnya telah beredar sejak Kamis (21/5/2020) siang, namun beberapa pihak sempat menyatakan hoax.

Diperoleh informasi, pasien perempuan telah lebih dulu menjalani perawatan di RS Cideres, ketika datang yang bersangkutan tidak terbuka menyangkut riawayat kontak dan perjalanan sebelumnya. Sehingga dia menjalani perawatan di ruang umum bukan ruang isolasi, penanganan juga dilakukan seperti menanganai pasien umum. Baru setelah beberapa hari kemudian pasien yang mengalami demam serta sesak nafas ini dipindah ke ruang isolasi dan dilakukan test hingga akhirnya dinyatakan positif.

Sabtu siang (23/5/2020) suaminya dijemput Petugas dari Dinas Kesehatan Kabupaten Majalengka di rumahnya di Kecamatan lemahsugih dengan penanganan sesuai SOP, untuk menjalani perawatan di Rumah Sakit yang sama karena dinyatakan positif.

Juru Bicara Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Majalengka Alimudin mengatakan, kedua pasangan suami isteri tersebut, bekerja sebagai pedang seblak di Kota Depok, Provinsi Jawa Barat. Diduga kuat, yang bersangkutan terpapar virus corona ketika berjualan di Depok.

“Penyakit yang derita keduanya dari infort atau Covid-19 imfortad case.” ungkap Alimudin.

Menurutnya, saat masih berada di Depok istrinya telah menderita sakit dan sempat menjalani perawatan di sebuah klinik, karena tidak kunjung sembuh, keduanya mudik dan memilih menjalani perawatan di Majalengka. Istrinya dirawat di RS Cideres. Suaminya dimungkinkan tertular saat merawat istrinya.

“Terhadap keluarganya secepatnya akan lalukan rappid tes termasuk terhadap mereka yang sempat kontak langsung dengan apsien,” ungkap Alimudin.

Tim ahli Percepatan Penanggulangan Covid-19 Kabupaten Majalengka Ucu Supriatna mengatakan, terhadap petugas kesehatan yang merawat pasien di RS atau mereka yang kontak langsung dengan pasien sebaiknya segera di lakukan swab, tidak sekedar rappid tes seperti yang telah dilakukan karena akurasi hasil sering kali meleset.

Demikian halnya dengan pasien lain karena mereka menggunakan sejumlah alat kesehatan yang sama dengan yang dipergunakan pasien positis, seperti  halnya termometer, tensimeter dan lain-lain.

Di ruangan bekas merawat pasien juga harus segera di desinfaksi, juga di rumah keluarga pasien dan sekelilingnya.

“Ini menyangkut nyawa, jadi perlu penanganan cepat dan epektif,” ungkap Ucu.(***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.