Sering Demo Ke-DPR Kini Giliran Mahasiswa Simulasi Menjadi Anggota DPR

 

, Cirebon – Universitas Swadaya Gunung Jati Menggelar acara Talk show Interaktif, Perwakilan Mahasiswa dari berbagai kampus di wilayah III Ciayumajakuning, acara ini dikemas  dengan kegiatan Parlemen Kampus yang mengangkat tema “Darurat Pencemaran Lingkungan”, Semua perwakilan Mahasiswa kampus dibagi 5 Fraksi, diantaranya Fraksi Tarumanegara, Fraksi Indraprahasta, Fraksi Padjadjaran, Fraksi Galuh, dan Fraksi Sumedang Larang.

Menariknya Kegiatan ini telah disediakan Daftar Inventarisasi Masalah tentang RUU Perubahan Atas Undang Undang Nomor 18 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, Talkshow Interaktif ini dihadiri oleh Wakil Ketua Rumah Tangga DPR RI ,DPR RI Komisi 7 dan Komisi 11 beserta DLH Kota Cirebon sekaligus menjadi pemateri pada Talkshow ini.

Agenda Talkshow diawali dengan simulator Sidang DPR RI yang dipimpin oleh ketua DPM Universitas Swadaya Gunung Jati Kartono dengan melempar Daftar Inventarisasi Masalah Pada Undang Undang No 8 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah kepada forum, pada pertengahan Simulator Tersebut seorang mahasiswa menyampaikan poin poin perubahan dari Fraksi Padjadjaran.

“Kita harus tetap mengimpor sampah yang bisa di daur ulang, namun ada batasan sampah yang masuk tidak lebih dari 2%,” Ujar Ervin Mahasiswa Unswagati Cirebon dari fraksi Padjadjaran.

Selepas agenda simulator sidang DPR RI oleh mahasiswa Se-Ciayumajakuning, Presiden Mahasiswa Universitas Majalengka “Agenda ini adalah momentum pertama kali dalam sejarah sebagai edu Sosio politik oleh DPR RI, kemasan acara yang nanti dibentuk diskusi publik dengan pembentukan parlemen kampus lebih menarik sebab kita bisa beradu pendapat dan pandangan mengenai regulasi hukum tentang sampah dengan perwakilan mahasiswa Se-Ciayumajakuning,” Ujar Muhammad Yusril selaku presiden mahasiswa kampus bernas itu.

Menurut DPR RI Komisi 7 H. Satori mengatakan “Perlu mendapat perhatian dari seluruh lapisan masyarakat tidak terkecuali dari mahasiswa oleh karena itu dengan materi yang telah disampaikan serta pengalaman belajar dari mahasiswa untuk melakukan simulasi persidangan pembahasan perubahan Undang Undang No 8 Tahun 2008 tentang pengelolaan sampah besok hari ini amat sangat berharga sekali bagi kami itu saya mengucapkan terima kasih kepada Civitas Akademika Universitas Swadaya Gunung Jati khususnya sekretaris jenderal DPR RI dan juga kepada para anggota DPR yang hadir pada kesempatan ini bagaimana sebaiknya seluruh lapisan masyarakat dan mahasiswa mempunyai kepedulian terhadap lingkungan yang sehat,serta bagi mahasiswa mampu belajar bagaimana mekanisme perubahan Undang Undang” Ujar Komisi 11 DPR RI H. Satori.

Selepas itu pemateri berlanjut pada regulasi hukum tentang pengelolaan sampah dan data sampah yang dihasilkan pada tahun 2019 di Indonesia oleh Roro Fitrian Komisi 11 DPR RI.

“Tahun ini masyarakat Indonesia menghasilkan sampah 67 juta ton belum ditambah impor sampah sekitar 283000 ton dari negara maju, hal ini perlu menjadi perhatian dalam tata kelola sampah baik itu dari segi regulasi nya harus tepat dan pengelolaan nya harus tepat, di negara-negara maju sampah dikelola menjadi energi terbarukan atau disebut waste to energi sampah dijadikan tenaga listrik, namun kendati demikian kita harus mengkaji terlebih dahulu apakah ini cocok diterapkan di Indonesia ataukah tidak?,” Ujar Roro Fitria komisi 7 DPR RI bidang lingkungan. 

Oleh karena itu kegiatan ini di selenggarakan sebagai sarana pengumpulan dan bedah persepsi dari sudut pandang mahasiswa tentang pengelolaan sampah.

(Cefik/Rick)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.