Setelah Mendapat Penolakan Sejumlah Rumah Sakit, Pasien Terkonfirmasi Positif Covid 19 Lahiran Di Perjalanan

oleh -3.605 views

Majalengka, korandesa.id.- Pasien terkonfirmasi positif, berusia 22 tahun dalam kondisi hamil tua, asal Desa Balagedong, Kecamatan Sindangwangi, Kabupaten Majalengka  terpaksa harus melahirkan disebuah ambulance di perjalanan menuju Rumah Sakit, tepatnya di SPBU Cisetu, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka  setelah cukup lama mendapat penolakan dari sejumlah Rumah Sakit, Minggu (22/11/2020) tengah malam.

Menurut keterangan Camat Sindangwangi, Dedi Supriadi, pasien ibu muda ini diketahui positif Covid pada Jumat (20/11/2020) setelah dites swab empat hari sebelumnya bersama dengan warga lainnya yang mengalami kontak. Dia menglami gejala batuk disertai pilek serta sakit tenggorokan selama tiga hari.

“Begitu diketahui positif, saai itu juga saya langsung kordinasi dengan berbagai pihak terkait, juga Dinas Kesehatan, apa solusi yang akan diambil mengingat pasien tersebut dalam kondisi hamil tua. Saya khawatir dia melahirkan dalam masa karantina. Ketika itu juga berupaya menghubungi beberapa Rumah Sakit agar menjalani perawatan, namun katanya full hingga akhirnya dilakukan  isolasi mandiri,” papar Dedi.

Dugaanya ternyata benar, Minggu (22/11/2020) malam sekira pukul 18.00 WIB pasien merasakan mulas, cairan ketuban mulai keluar. Dedi yang dihubungi petugas Puskesmas segera menghubungi berbagai pihak BPBD, Dinas Kesehatan, semua Rumah Sakit milik Pemda dan beberapa RS lainnya, hasilnya menyatakan penuh, tidak bisa menerima pasien.

“Semua dilibatkan untuk menghubungi RS mana yang bisa menerima pasien, hingga akhirnya RS Mitra Prapatan yang bersedia menerima, itu sudah hampir larut malam, pasien segera dibawa dengan ambulan disertai dua bidan dan Kepala Puskesmas yang mejadi supir. Namun setelah diperiksa ternyata harus menjalani operasi karena dia sebelumnya sempat juga di operasi. RS Mitra Prapatan menolak jika harus menjalani operasi karena peralatan medis yang terbatas.” kata Dedi yang mengaku bingung dengan kondisi yang dihadapinya saat itu, karena menyangkut nyawa dua orang, ibu dan bayi.

Dia kembali menghubungi Direktur RSUD Majalengka namun tetap menolak alasan penuh, BPBD solusianya dibawa ke RS karena BPBD tidak memiliki tenaga medis.

Setelah terus menerus mendapat penoakan dari Rumah Skait yang dihubunginya Dedi mengaku menghubungi Kepala Dinas Sosial dr Gandana Purwana karena dia adalah LO, yang segera menghubungi Kepala Bidang Pelayanan di RS Majalengka.

“Sekira Jam 22.30 WIB akhirnya  berngkat menuju RSUD Majalengka dari RS Mitra Prapatan. Di perjalanan, kurang lebih pukul 23.05  WIB bayi lahir jenis kelamin perempuan ditolong bidan Rama dan Bidan Tika di mobil Ambulnce di sekitar SPBU Rajagaluh,” jelas Dedi.

Sampai di RS Majalengka baru bisa masuk setelah melewati proses yang juga cukup lama,  alasan pihak RS ruang isolasi penuh.

“Tapi ini soal nyawa, saya nekat juga datang ke RS Pemerintah bersama kepolisian, karena kalau bukan ke RS Pemerintah mau ke mana lagi pasien di bawa. Bersyukur kini keduanya selamat.” katanya.

Kepala Bidang Pelayanan RSUD Majalengka dr Erni Harleni mengungkapkan, kini sang ibu menjalani perawatan di ruang isolasi Kenanga, sedangkan bayi di rawat di ruang isolasi Aster.

“Keduanya dalam pengawasan dokter,” ungkap Erni.

Bupati Majalengka karna Sobahi mengatakan, langkah penambahan kapsitas ruang isolasi wajib dilakukan untuk menampung seluruh pasien yang butuh perawatan.

”Kami tidak ingin ada pasien yang datang di tolak. Pasien covid ulah nepi ka dialung boyongkeun komo nepi ka maot di jalan mah,” ungkap Bupati Karna.(Wisnu)***