Setelah Periksa 25 Saksi, Akhirnya Kejaksaan Negeri Majalengka Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi PDSMU

oleh -10 views
Kajari Majalengka Dede Sutisna bersama Kasie Pidsus Guntoro Janjang S

MAJALENGKA,.KORANDESA.ID – Setelah Melakukan pemeriksaan terhadap 25 orang saksi dalam beberapa pekan ini, akhirnya Kejaksaan Negeri Majalengka menetapkan satu orang tersangka dugaan korupsi di tubuh PDSMU dengan nilai kerugian kurang lebih sebesar Rp 2 milyaran. Hal tersebut disampaikan kajari Majalengka saat ekpose pada Rabu kemarin (30/9/2020).

Menurut keterangan Kepala Kejaksaan Negeri Majalengka Dede Sutisna disertai Kasie Pidsus Guntoro Janjang S dan Kasie Datun Agus Robani, yang ditetapkan menjadi tersangka adalah mantan Direktur PDSMU Jun (62) warga Desa Rajagaluh, Kecamatan Rajagaluh, Kabupaten Majalengka. Terhadap yang bersangkutan belum dilakukan penahanan.

Jun akan dijerat dengan pasal 2 (1) jo pasal 18 (1), (2), (3) UU RI tentang Tipikor sebagaimana telah ditambah dan diubah  dengan UU RINo 20 tahun 2001 tentang perubahan atas UU RI No 31 tahun 1999, dan Subsider  Pasal 3 jo pasal 18 ayat (1),(2) dan (3).

Penetapan tersangka dilakukan berdasarkan sejumlah bukti-bukti dugaan korupsi yang dilakukan mulai Tahun 2014 hingga Tahun 2019 kemarin hingga yang bersangkutan berhenti menjadi Direktur PDSMU.

Korupsi yang dilakukan tersangka diantaranya adalah, tersangka mengeluarkan uang untuk dipinjamkan kepada Ac, Ar sera Ap yang kesemuanya telah dilakukan pemeriksaan baik pada penyelidikan maupun penyidikan. Dana yang dipinjamkan tesrebut diantaranya untuk melaksanakan usaha bidang agribisnis dan jasa.

Ap asal Kecamatan Ligung mengelola dana tersebut untuk pengadaan gabah bekerjasama dengan pihak Bulog, namun ternyata hasilnya masuk ke rekening pribadi.

Sedangkan dengan Ar melakukan kerjasama bidang jasa pengadaan buku yang akhirnya sebagian dana tidak dikembalikan ke kas PDSMU, pengadaan buku juga tidak berlanjut. Aliran dan kepada Ac sebesar Rp 500.000.000 yang uangnya dikeluarkan dari rekening PDSMU.

“Tersangka Jun mengatakan uang yang diserahkan kepada mereka adalah pinjaman, namun berdasarkan Perda No 3 tahun 2009 tentang  PDSMU tidak ada satun poinpun bidang usaha tentang simpan pinjam keuangan,” kata Guntoro.

Karena 6 unit usaha yang tertera pada Perda  adalah Minyak dan gas bumi, pertambangan mineral, agribisnis,  industri perdagangan dan jasa, telekomunikasi dan pariwisata. Pada perjalananya usaha yang dikerjakan hanya dua yakni agribisnis,  industri perdagangan dan jasa.

Pada saat ini menurut Guntoro ada sejumlah saksi yang telah mengembalikan uang ke kas negara yang kini dititipkan di Bank Mandiri sebesar Rp 87,750 juta, pengembalian uang dari bidang agribisnis dan perusahaan umum dan jasa.

Pengembalian uang berasal dari Ap sebesar Rp 53.000.000 yang melakukan kerjasama agribisnis dengan Jun serta dari kaka beradik De  dan Di masing-masing sebesar Rp 15.000.000 dan Rp 12.700.000.

“Saksi lainnya juga berjanji untuk mengembalikan uang atas kerugian tersebut,” ungkap Guntoro.

Walaupun sudah ada penetapan tersangka menurut kajari Dede Sutisna dan Guntoro, pihaknya masih akan terus melanjutkan penyidikan dan kemungkinan ada tersangka lain dari kasus tersebut, termasuk menelusuri aliran dana yang dikeluarkan PDSMU sebagai pinjaman, yang nilainya hingga ratusan juta kepada pihak lain.

“Kami membuktikan keseriusan kami pada penanganan kasus korupsi serta berupaya mengembalikan uang negara,” ungkap Dede.

(KD-02)

4 thoughts on “Setelah Periksa 25 Saksi, Akhirnya Kejaksaan Negeri Majalengka Tetapkan Tersangka Dugaan Korupsi PDSMU

  1. I do not know whether it’s just me or if perhaps everyone else
    experiencing issues with your website. It seems like some of the text within your posts are running off the screen. Can somebody else please provide feedback and let
    me know if this is happening to them as well?
    This could be a problem with my browser because
    I’ve had this happen previously. Thanks

Komentar ditutup.