Sindikat Jual Beli Satwa Liar di Majalengka Dibekuk Polisi

Majalengka, korandesa.id – Dua sindikat jual beli satwa dilindungi berhasil dibekuk oleh Sat Reskrim Polres Majalengka, Satwa-satwa tersebut oleh para pelaku dijual melalui akun media sosial.

Bekerjasama dengan Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA), Polisi berhasil amankan 2 (Dua) satwa dilindungi diantaranya 1 (Satu) Jenis Kucing Hutan (Prionailurus bengalensis) dan 1 (Satu) Jenis Alap-alap Jambul (Accipiter Trivirgatus).

Dua tersangka tersebut dengan sengaja mencari dan menangkap satwa dilindungi kemudian dipelihara lalu diperjual belikan melalu akun media sosial dengan cara COD (Cas On Delivery).

“Sindikat mematok harga beragam untuk jenis kucing hutan dibandrol seharga 2 Juta Rupiah dan Alap-alap dibandrol dengan harga 350 Ribu Rupiah.” Ujar Kapolres Majalengka, AKBP, Dr. Bismo Teguh Prakoso, SH, S.I.K,. MH. Selasa(25/02).

Dua sindikat ini dibekuk oleh polisi dengan tempat dan waktu berbeda AS (43) penjual Kucing Hutan berhasil dibekuk pada hari Jumat, 21 Februari 2020 saat di tempat kediamannya di Kecamatan Panyingkiran, sedangkan AD (28) Penjual Alap-alap Jambul ditangkap hari Senin 24 Februari 2020 saat COD di depan bekas Pabrik Gula Kadipaten.

“Ditemukan adanya tindak pidana menangkap, menyimpan, memiliki, memelihara, mengangkut dan meniagakan satwa dilindungi dalam keadaan hidup,” Jelas Kapolres.

Adanya kejadian tersebut Kapolres sangat menyangkan karena hal tersebut merugikan negara.

“Atas kejadian tersebut negara dirugikan adanya Perjual-belian satwa yang dilindungi,” Tandas Kapolres.

Kedua tersangka dijerat Pasal 21 ayat 2 Huruf (a) jo Pasal 40 ayat 2 Undang-undang RI No. 5 Tahun 1990 Tentang Konservasi Sumber Daya Alam hayati dan ekosistem.

“Tersangka diancam 5 Tahun Penjara,” Tegas AKBP Bismo.

Setelah penangkapan Polisi langsung serahkan satwa dilindungi tersebut ke BKSDA Cirebon untuk direhabilitasi dan dilepas liarkan kehabitatnya.

(Rick)

Tinggalkan Balasan